Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA, Redaksikota.com – Bapak Pencak Silat Dunia, Mayjen (purn) TNI Eddie Marzuki Nalapraya berpesan kepada para pendekar khususnya anggota DPP Pendekar Muslim Indonesia (PMI) untuk menjadi pendekar yang sesungguhnya.

Pendekar yang sesungguhnya yang dimaksud oleh Eddie adalah para pendekar yang mampu beriman kepada Allah SWT dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

“Saya ingin istilah pendekar adalah orang yang mentaati perintah Allah SWT. Dan harus pandai bersilat. Menuntut ilmu ada guru dan meneruskan pada generasi kita. Membela yang lemah bukan hanya untuk membela diri,” kata Eddie di tengah-tengah acara deklarasi terbentuknya PMI di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu (10/3/2019).

Kemudian dalam berkolaborasi dengan Indonesia sebagai negara, Eddie juga meminta agar PMI menjadi bagian penting untuk ikut menjaga keamanan dan pertahanan negara.

“Turut menjaga keamanan dan ketahanan Indonesia, turut menjaga agama Islam, turut menjaga NKRI, Pancasila dan UUD 1945. Ikut juga dalam penanggulangan bencana,” tuturnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP PMI, Widyatmo menegaskan bahwa organisasinya itu merupakan wadah untuk menampung para pendekar muslim yang memiliki semangat menjaga dan menyebarkan agama Islam di seluruh penjuru.

Deklarasi peresmian Pendekar Muslim Indonesia (PMI).

“Pendekar Muslim Indonesia adalah wadah bagi para pendekar muslim Indonesia yang cerdas, kreatif dan mengembangkan ilmu demi terciptanya negara yang diridloi oleh Allah SWT,” tegas Widyatmo.

Selain tujuan besar itu, Widyatmo juga mengatakan jika PMI ingin menjadi bagian terpenting untuk menangkal berbagai kenakalan remaja termasuk juga wabah narkoba.

“Tujuannya untuk menjaga generasi muda dari bahaya narkoba, tawuran dan masuknya ideologi-ideologi yang bertentangan dengan UUD 1945,” ujarnya.

“Juga menjadikan generasi muda sehat jasmani dan rohani dan menjadi aset bangsa yang baldatun thoyyibatun warobbul ghofur,” tutupnya.

(ibn)