oleh

Khalisa-Khanisa Bakal Jalani Operasi Pemisahan Selama 12 Jam

SURABAYA, Redaksikota.com-Bayi kembar siam asal Ternate Provinsi Maluku Utara bakal menjalani operasi penyelamatan (urgent) di RSUD dr Soetomo Surabaya, Rabu (23/5/2018). Bayi bernama Khalisa dan Khanisa dipastikan akan dioperasi oleh Tim Pusat Penanganan Kembar Siam Terpadu kurang lebih selama 12 jam dimulai pukul 07.00 WIB.

Hari ini, Selasa (22/5/2018) Tim Pusat Penanganan Kembar Siam Terpadu RSUD dr Soetomo telah mempersiapkan pemisahan Khalisa-Khanisa. Dihadiri pula kedua orang tua bayi dengan didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate M Tauhid Soleman. Di mana, mereka telah memasrahkan semuanya ke pihak RSUD dr Soetomo untuk menanganinya. Dalam hal ini memisahkan kedua bayi yang kini dalam keadaan optimal.

Ketua Tim Pusat Penanganan Kembar Siam Terpadu RSUD Dr Soetomo, dr Agus Harianto, SpA(K) mengungkapkan kedua bayi Khalisa-Khanisa dalam keadaan optimal untuk menjalani operasi urgent. “Tahapan pertama, karena Khanisa ini ada kelainan pada jantung yang memberatkan kedua bayi, maka tujuan utama kita adalah menutup PDA-nya. Kemudian baru kita operasi memisahkan,” katanya.

Menurut dr Agus, Khanisa ini kondisinya sempat membiru dan masih membutuhkan alat bantu. Oleh sebab itu, pihaknya telah memutuskan untuk pemisahan kedua bayi. “Dan tahap pemisahan sudah ada ceck list-nya ada pengamatnya. Dengan harapan kedua bayi selamat dipisahkan,” harapnya.

Dengan kondisi salah satu bayi yang kerap tidak stabil, lanjut dr Agus, dikhawatirkan akan mempengaruhi bayi Khalisa yang kondisinya sudah stabil. “Karena kalau pakai respirator terus dikhawatirkan ada infeksi,” jelasnya.

Bayi kembar siam asal Ternate ini awalnya dirawat di RSUD Chasan Boeshoirie, kemudian di rujuk ke RSUD dr Soetomo, Sabtu (28/4/2018). Sebelum dirujuk, tim kembar siam RSUD dr Soetomo telah melakukan pemeriksaan dengan datang ke Ternate, Selasa (24/4/2018) dan membawa ke Surabaya.

Dalam proses operasi pemisahan esok, RSUD dr Soetomo mengerahkan 50 anggota tim dokter dan perawat dengan menggunakan dua kamar operasi. “Kami tidak berani menjanjikan tingkat keberhasilannya. Karena kami dokter biasa, tapi kami akan berusaha semaksimal mungkin menyelamatkannya,” terangnya.

Komentar