Beranda Life Style Kesehatan ​Penyakit tidak Menular Naik Drastis

​Penyakit tidak Menular Naik Drastis

SURABAYA, Redaksikota.com-Jawa Timur saat ini tengah menghadapi transisi epidemologi dalam masalah kesehatan. Di samping persoalan penyakit menular yang belum dapat teratasi sepenuhnya, tren penyakit tidak menular justru cenderung semakin meningkat.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jatim, Dr dr Kohar Hari Santoso, Rabu (25/4/2018). Menurutnya, dari data World Health Organization (WHO) penyakit tidak menular mengalami peningkatan setiap tahunnya. Yakni Dari 37 persen menjadi 57 persen. Tren tersebut kemungkinan terus berlanjut seiring dengan perubahan perilaku hidup masyarakat.

“Hal ini berbeda dengan prosentase penyakit menular justru menurun. Dari 56 persen menjadi 30 persen,” ungkapnya.

Artinya, lanjut dr Kohar, penyakit menular konotasinya dengan masalah sanitasi lingkungan. Di mana, kata dia, masalah sanitasi sudah lebih bagus. “Nah, daerah kumuh dan miskin sudah berkurang. Ini kalau dilihat dari penyakit,” katanya.

Meski demikian, kata dr Kohar, penyakit menular masih ada di Jatim. Seperti TBC (Tuberculosis), Difteri, Kusta, HIV (human immunodeficiency virus) dan Demam berdarah Dengue (DBD). “Tapi untuk demam berdarah sendiri sudah semakin menurun ketika Bupati dan Wali Kota gembar-gembor program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan Jumantik. Sejauh mana turunnya, bisa dilihat dari data selama 5 tahun terakhir di Jatim menurun,” jelasnya.