Beranda Life Style Kesehatan Pasien BPJS Masih Diminta Biaya Tambahan, Jamkes Watch Datangi RS Mary Cileungsi

Pasien BPJS Masih Diminta Biaya Tambahan, Jamkes Watch Datangi RS Mary Cileungsi

151 views
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Ketua DPD Jamkes Watch Bogor-Depok, Heri Irawan bersama dengan timnya telah melakukan audiensi dengan pihak Rumah Sakit (RS) Mary Cileungsi, Bogor. Dalam pertemuannya dengan pihak Rumah Sakit, mereka membahas tentang adanya keluhan masyarakat peserta BPJS Kesehatan yang dimintai biaya untuk menambah 2 kantong darah.

“Ada keluhan yang disampaikan masyarakat kepada Jamkes Watch, diantaranya pada saat pasien membutuhkan darah lebih dari 2 kantong, peserta JKN-BPJS masih dikenakan iur biaya tambahan dan juga rujukan parsial belum berjalan,” kata Heri beberapa waktu yang lalu.

Selain keluhan pemungutan biaya tambahan untuk meminta 2 kantong darah, Heri juga mengatakan jika pihaknya mendapatkan keluhan salah satu pasien peserta BPJS Kesehatan yang dimintai uang tambahan, untuk pemeriksaan tambahan laborat pasca menjalani operasi usus buntu.

“Setelah dilakukan operasi dokter mengharuskan dilakukan pemeriksaan penunjang diagnosis (LAB),” terang Heri.

“Karena keterbatasan alat sehingga pemeriksaan lab dilakukan di luar RS Mary (RS Mitra Keluarga Depok), namun keluarga dibebankan biaya Rp 53.4000,” sambungnya.

Mendapati keluhan masyarakat tersebut, membuat pihaknya langsung mendatangi RS Mary Cileungsi untuk melakukan dialog dan mediasi.

Dalam pertemuan tersebut, Heri mengatakan jika pihaknya meminta dengan tegas pihak RS Mary dan seluruh Rumah Sakit peserta pelayanan BPJS untuk memberikan layanan yang baik kepada masyarakat, termasuk peserta JKN-BPJS.

“Kami meminta kesepakatan dan komitmen rumah sakit Marry Cileungsi dan semua rumah sakit yang sudah bekerjasama dengan BPJS, untuk menjalankan pelayanan kesehatan yang baik dan bermutu, mengedepankan rasa kemanusiaan dan melaksanakan peraturan yang berlaku,” tegasnya.

Selain itu, beberapa catatan lain yang menjadi penekanan Jamkes Watch Bogor-Depok adalah permintaan kepada Rumah Sakit untuk tidak menolak pasien masyarakat miskin, dan memberikan pelayanan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang benar.

Bukan hanya menerima pasien saja, Heri juga meminta pihak Rumah Sakit juga memberikan pendampingan pada sistem rujukan kepada pasien dengan Rumah Sakit lain.

“Kami juga meminta Rumah Sakit melakukan pendampingan sistem rujukan dengan koordinasi antar Rumah Sakit melalui SIRS ( Sistem Informasi Rumah Sakit),” tegasnya lagu.

Dan yang tidak kalah pentingnya disampaikan Heri adalah, kewajiban Rumah Sakit untuk memberikan informasi yang transparat kepada pasien terkait dengan ketersediaan kamar melalui layanan masyarakat, baik melalui front office Rumah Sakit maupun website milik Rumah Sakit.

Serta memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat sesuai dengan regulasi dan peraturan yang telah ditetapkan.