Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Jakarta, Redaksikota.com – Mata merupakan indera yang sangat penting karena dalam kehidupan sehari-hari manusia mendapatkan sebagian besar informasi melalui mata. Namun beberapa orang dapat mengalami masalah penglihatan seperti rabun jauh, rabun dekat dan silinder sehingga memerlukan alat bantu optik, seperti kacamata atau lensa kontak untuk mengembalikan fungsi penglihatan.

Kebiasaan yang kurang baik pada orang dewasa maupun anak-anak seperti membaca; menggunakan komputer, laptop dan gawai; juga menatap layar TV terlalu dekat dan penggunaan dalam jangka waktu lama, serta kurang beraktivitas di luar ruang, merupakan beberapa faktor penyebab meningkatnya rabun jauh atau miopia.

JEC Eye Hospitals & Clinics sebagai rumah sakit terlengkap dan termodern di Indonesia hadir dengan Contact Lens Service guna membantu pasien yang mengalami gangguan refraksi, dengan menyediakan beragam lensa kontak sesuai dengan kebutuhan serta kondisi kornea tiap pasien.

Selain lensa kontak, JEC juga memiliki salah satu metode alternatif untuk mengoreksi kelainan refraksi mata minus dan silinder tanpa bedah yaitu Lensa kontak khusus Orthokeratology atauOrtho-K.

“Metode Ortho-K dapat menjadi alternatif untuk koreksi kelainan refraksi mata minus atau silinder bagi penderita yang ingin terbebas dari pemakaian kacamata namun tidak memenuhi persyaratan untuk tindakan LASIK,” kata DR. dr. Tri Rahayu, SpM(K), FIACLE, dokter mata subspesialis lensa kontak dan Ketua Contact Lens Service JEC.

Ortho-k adalah suatu prosedur penggunaan lensa kontak yang di desain khusus untuk mengoreksi dan menghambat penambahan minus pada mata penggunanya. Pada metode Ortho-K, penderita akan memakai lensa kontak khusus sepanjang malam ketika tidur.

Lensa Ortho-K bekerja dengan mendatarkan permukaan kornea sehingga ketika dilepas saat bangun tidur, pasien dapat melihat dengan jelas dan dapat beraktivitas tanpa bantuan kacamata sepanjang hari.

Ortho-k yang disediakan oleh JEC terbuat dari bahan lensa kontak yang Hyper-Oxygen Transmissibility dan High Durability, sehingga memungkinkan kornea mata tetap mendapat asupan oksigen yang baik. Metode ini dapat menangani penderita kelainan refraktif hingga minus 6 dan silinder 2.50, juga relatif aman pada mereka yang memiliki alergi.

“Kami mengharuskan pasien untuk berkonsultasi sebelum menjalani metode Ortho-K dengan dokter spesialis mata untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi matanya. Selama menjalani metode ini, pasien juga harus rutin berkonsultasi sesuai arahan dokter,” tambah DR. dr. Tri Rahayu, SpM(K), FIACLE, Ketua Contact Lens Service JEC.

JEC menerapkan sistem komputerisasi dalam melakukan pemetaan kornea pasien, sehingga hasilnya akurat. Selain rutin berkonsultasi dengan dokter subspesialis lensa kontak, pasien juga akan mendapatkan edukasi dan pendampingan dari personal medical assistant yang professional, mengingat pasien perlu melakukannya secara rutin dan telaten. Metode Ortho-K relatif aman, tidak invasif dan tanpa tindakan bedah.

JEC terus berusaha untuk mengedepankan pelayanan komprehensif pada satu sentra, dengan dukungan fasilitas mutakhir dan deretan tenaga ahli yang kompeten, serta lokasi yang mudah dijangkau.

Saat ini JEC ada di beberapa wilayah, yaitu Rumah Sakit Mata JEC @ Menteng, Rumah Sakit Mata JEC @ Kedoya, Rumah Sakit Mata JEC-Primasana @ Tanjung Priok, Klinik Utama Mata JEC @ Cibubur, JEC @ Tambora, JEC @ Cinere, JEC @ Bekasi serta Candi Eye Center (CEC) di Semarang, JEC-Anwari @ Purwokerto dan JEC-Java@Surabaya.(*)