Anne Avantie Pamerkan Dada dan Punggung Sophia Latjuba Pakai Suntiang Minang Berujung...

Anne Avantie Pamerkan Dada dan Punggung Sophia Latjuba Pakai Suntiang Minang Berujung Somasi

BERBAGI
Anne Avantie
Penampilan Sophia Latjuba yang kenakan busana adat Minang di pameran busana Anne Avantie. [net]

Redaksikota – Team Advokasi PP Yayasan Minang World, Operudi Elka Putra menyatakan sangat keberatan dengan busana adat Minangkabau yang dipamerkan dalam pagelaran pameran busana Anne Avantie di Indonesia Fashion Week 2018: 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Kamis (29/3/2918) lalu.

Dalam pameran busana tersebut, Anne Avantie menampilkan busana khas Minang yang justru menciderai masyarakat Minangkabau secara keseluruhan. Betapa tidak, pria yang karib disapa Ope tersebut menilai tampilan busana adat Minang yang dipamerkan sangat merusak makna dan kesakralan adat. Dimana busana khas minang yakni Suntiang Minang dengan kebaya terbuka bagian punggung dan dada yang dikenakan oleh Sophia Latjuba itu.

“Busana pengantin wanita Minang berupa kebaya dengan dada atau punggung terbuka dan bermakhkotakan suntiang emas yang dibuat oleh telah melanggar hukum adat Minangkabau berupa Adan Nan Teradat dan adat istiadat yang merupakan identitas diri masyarakat Minang sebagai bagian dari kebudayaan dan kearifan lokal,” kata Ope dalam keterangannya kepada Redaksikota.

Bahkan ia bersama dengan elemennya itu telah melayangkan somasi kepada Anne Avantie untuk meminta maaf secara terbuka kepada publik khususnya masyarakat Minangkabau karena sudah dilecehkan adat istiadat mereka melalui pagelaran busana itu.

“Kami telah mensomasi saudara Anne Avantie agar segera meminta maaf secara tertulis kepada masyarakat Minang khususnya kaum wanita Minang dan Pemerintah Daerah Sumatera Barat melalui media elektronik, media cetak nasional, media online maupun media sosial,” tutur Ope.

Dalam somasinya itu, Ope bersama jajarannya juga meminta agar Anne Avantie untuk berjanji di hadapan publik agar tidak mengulangi perbuatan semacam itu lagi.

“Kami minta Anne Avantie berjanji untuk tidak mengulangi lagi pemakaian Suntiang Minang yang dipadukan dengan kebaya pengantik yang terbuka, juga dengan pakaian-pakaian busa apengantik milik daerah lain di Nusantara yang tidak semestinya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ope mengatakan bahwa Anne Avantie harus merespon surat somasi tersebut dalam kurun waktu 3 hari sejak surat tersebut dikeluarkan yakni tanggal 9 April 2019. Jika usai dilakukan somasi tersebut Anne Avantie tak menggubrisnya, Ope menegaskan akan membawa kasus tersebut ke ranah hukum.

Surat somasi tersebut telah dikirimkan ke Roemah Pengantin Anne Avantie di Jl MH Thamrin Nomor 1, Mall Menteng, Kebon Melati, Jakarta Pusat. (ibn)