Beranda Life Style Entertainment Ini Alasan Komunitas Seniman Muda Jakarta Dukung Nawacita Jilid II Jokowi

Ini Alasan Komunitas Seniman Muda Jakarta Dukung Nawacita Jilid II Jokowi

207 views
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA, Redaksikota.com – Sekelompok anak muda yang berasal dari Komunitas Anak Muda Pecinta Seni Jakarta Selatan, mengadakan acara Diskusi dan Pentas Seni Stand Up Comedy bertema “Nawacita Membangun Ceria ke 2”, di warung Baper, Jl. Tendean, Jakarta Selatan, kemarin malam.

Acara tersebut dilaksanakan sebagai wujud keprihatinan generasi muda milenial, terhadap dinamika politik dan ekonomi dalam negeri, beberapa waktu belakangan ini, terutama memasuki tahapan kampanye pada Pemilihan Presiden 2019.

Banyak sekali peristiwa didalam negeri, yang menghiasi pemberitaan media massa, yang isinya cenderung negatif, terutama dalam menyoroti berbagai program pemerintah di bidang ekonomi, yang kemudian dijadikan komoditas politik dengan tujuan untuk menyerang pemerintah.

Berbagai upaya pemerintah dalam membangun kemajuan bangsa, hampir selalu dinilai negatif bahkan dipandang sebelah mata oleh berbagai kalangan yang tidak sejalan dengan kebijakan pemerintah.

Turunnya nilai tukar rupiah terhadap dollar, masuknya tenaga kerja asing ke dalam negeri, serta pembangunan infrastruktur yang dibiayai oleh hutang luar negeri, seolah dilegitimasi oleh sebagian pihak merupakan kegagalan pemerintah dalam mengelola kehidupan ekonomi dalam negeri, sehingga ntidak mampu mensejahterakan masyarakat. Padahal kondisi perekonomian Indonesia saat ini jauh lebih kuat jika dibandingkan dengan masa krisis ekonomi tahun 1998, karena kegiatan ekonomi di sector produktif masih terus berjalan.

Dalam wawancaranya, Direktur Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto, mengatakan, situasi ekonomi Indonesia saat ini berbeda dengan tahun 1998, dimana situasi ekonomi saat itu sangat mencekam akibat berbagai tekanan ekonomi yang menerpa Indonesia pada saat itu.

“Secara fundamental perekonomian Indonesia pada tahun 1998 memang terpuruk, sehingga mengakibatkan kejatuhan pemerintahaan Indonesia saat itu,” kata Hari.

Sedangkan situasi ekonomi saat ini, fundamental ekonomi Indonesia terhitung masih kuat, karena berbagai program pembangunan pemerintah yang mendorong sector produktif, akan segera dirasakan hasilnya, dan itu merupakan modal dasar untuk mendorong perekonomian Indonesia lebih maju di masa depan.

Selain itu, penurunan perekonomian Indonesia saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti adanya perang dagang antara Amerika dengan China, yang dampaknya tidak akan sampai menjatuhkan kehidupan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

“Perang dagang Amerika dengan China, memang berdampak pada penurunan nilai tukar rupiah terhadap dollar, namun masih dapat diatasi,” ambah Hari.

Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir, karena secara fundamental perekonomian Indonesia masih kuat, untuk menghadapi berbagai tekanan tersebut.

Sementara itu, komika Andis dalam penampilannya mengatakan, masyarakat tidak perlu terpancing untuk ikut menyalahkan Pemerintahan Jokowi, tentang ketersediaan lapangan kerja, karena salah satu program pembangunan Presiden Jokowi yaitu pengentasan kemiskinan, yang mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dalam menciptakan lapangan kerja, bukan hanya mencari kerja.

“Upaya pemerintah menurunkan angka pengangguran, perlu diimbangi dengan pengembangan diri masing-masing pribadi, agar tetap bisa survive dan tidak menganggur” kata Andis.

Lebih lanjut, sebagai warga masyarakat saat ini harus mulai lebih banyak menilai sisi positif dari kinerja pemerintahan Jokowi, karena apabila sisi negatifnya lebih dominan maka semua upaya Jokowi untuk memajukan bangsa, seolah tidak ada artinya lagi. Program Nawacita Jokowi, memang dibutuhkan untuk merubah mental bangsa Indonesia, sehingga tidak selalu menilai Jokowi dari sisi negative saja.

“Sulit rasanya menilai kinerja Jokowi hanya dari sisi negatifnya saja, sisi positifnya perlu juga ditampilkan sehingga ada keseimbangan dalam menilai pemerintahan Jokowi,” kata komika Fahri dalam kesempatan yang sama.

Disamping itu, seluruh program pembangunan penerintahan Jokowi yang dituangkan dalam Nawacita, memang membutuhkan waktu untuk diselesaikan dan dirasakan hasilnya.

Dalam wawancaranya komika Syukron menyatakan, jika terpilih kembali, maka total pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan oleh Jokowi, akan melampaui program pembangunan infrastruktur dari masa pemerintahan sebelumnya.

Hal ini merupakan prestasi tersendiri, sehingga sebagai warga masyarakat, kita perlu ikut mendorong agar Jokowi dapat menyelesaikan program pembangunan yang telah dilaksanakannya.

“Menyelesaikan pembangunan infrastruktur, tidaklah mudah, perlu ke hati – hatian dan kecermatan, agar semua program bisa terlaksana dengan baik,” kata Syukron menutup wawancaranya.

Kegiatan Diskusi dan Pentas Seni Stand Up Comedu generasi muda tersebut, juga diselingi dengan pembacaan dukungan terhadap pemerintah yang berbunyi “Kami komunitas anak muda pecinta seni Jakarta Selatan, mendukung terwujudnya Nawacita Jilid II”, oleh perwakilan komunitas dan generasi muda pecinta seni se Jakarta Selatan.

(red)