Beranda Life Style Entertainment Identitas dan Personalitas jadi Bahasan Asyik di Selasa Kliwon

Identitas dan Personalitas jadi Bahasan Asyik di Selasa Kliwon

232 views
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

UNGARAN, Redaksikota.com – Selasa kliwon adalah Rutinitas Ruang Berkembang
yang telah kembali digelar. Dipandu oleh budayawan Lato Moga Ucikawa, akan membahas tuntas topik. Dan topik dipilih berlandaskan dari keresahan-keresahan yang terjadi.

Tak dapat memilah apa yang menjadi bagian dari diri mereka sendiri dan apa yang dilekatkan masyarakat kepada mereka. Bahwa sesungguhnya keduanya merupakan hal yang penting agar manusia milenial tahu hakikat hidup dari sudut pandang mereka sendiri.

Acara tersebut kali ini digelar di Lodji Londo Caffe, Karangjati pada hari Selasa (20/2/2019) malam.

Lodji Londo caffe kembali dipilih menjadi tempat acara. Pagelaran musik dan sharing diskusi tema tetap jadi inti acara personalitas dan identitas akan menjadi topik bahasan diskusi tersebut.

Personalitas dan identitas yang menjadi inti dari tema acara tersebut ternyata dinilai oleh manusia milenial sebagai sesuatu yang awam alias tabu terhadap kedua kata tersebut.

Walaupun begitu, terlihat audience sangat antusias dengan tampak fokus memperhatikan materi pembahasan dan berusaha masuk ke dalam semacam ruang tukar tambah diskusi. Hal ini nampak terliat jelas dengan adanya umpan balik pertanyaan silih berganti antara narasumber dan audience acap kali narasumber melontarkan jawaban jawaban yang memancing untuk upaya anak anak muda yang datang agar terus memicu daya kritis oleh forum ala jalanan yang didominasi anak-anak muda di sekitaran Kabupaten Semarang itu.

Salah satu peserta yang datang Ariea Zulianto dari Bergas mengatakan bahwa dirinya sangat merasakan manfaat dari forum diskusi tersebut.

“Tentu dari awal adanya ruang berkembang ini bagi saya adalah satu wadah dan ruang yang benar benar efektif untuk jadi satu literasi anak anak muda untuk menyalurkan gagasan dan pemikiran yang sering kali kurang terjamah oleh panggung pangung bisnis. Jadi ruang diskusi semacam ini bisa jadi adalah salah literasi untuk tempat kita berkesenian dan tempat melahirkan bakat bakat yang terpendam,” ungkapnya.

Aries juga menambahkan materi yang disampaikan mendapatkan sentuhan packaging yang sangat rapih dan apik.

“terlebih bukan hanya rundown musik, sastra dan lainya ada juga ruang diskusi yang dikemas secara santai dan apik ini yang dibutuhkan anak-anak muda jaman sekarang ketika panggung pendidikan hanya menjadi bahan komoditas sebagai kelas persaingan dan kelas kelas pendidikan hanya mengejar orietasi nama dan bagian tersuci dari pendidikan anak bangsa mulai berpindah arah, diskusi di ruang berkebang menjadi maghnet tersendiri bagi saya,” tandasnya

Selain diskusi tema, akan ada Pito Doannesta dari Ecoustik band mencoba mencover lagu-lagu dari Sheila On 7 berdurasi 1 jam. Serta komunitas dari culture tobacco mencoba beberbagi ilmu mengenai tembakau nusantara tak lupa pula akan ada kopi gratis yang akan menemani acara berlangsung.

Secara terpisah salah satu moderator diskusi Alan menyampaikan dalam awal diskusi bahwa kegiatan tersebut hanya menjadi wadah agar bagaimana peserta dapat terus mengeksplorasi dan mengembangkan dengan gaya dan semangat mereka masing-masing.

“Kami hanya menciptakan dan berusahan menjembatani personalitas temen-teman yang datang untuk mengeksplor lebih dari diri kalian sendiri, karena pada akhirnya di dalam diri manusia mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki individu lain terlebih jika itu bisa terlahir ke keluar dan menjadi sesutu yang justru itulah sebenarnya kalian,” tandas Alan.

Selaras dengan Alan, narasumber budayan yang akrap di sapa maz Uci mengungkapkan bahwa seluruhnya memang akan kembali kepada diri masing-masing untuk menemukan jati diri, sehingga apa yang menjadi outputnya akan seperti apa di kemudian harinya

“Ppada akhirnya kenalilah diri kita sebagai identitas dan outputnya adalah personlitas siapa kalian atau dalam bahasa jawa migunani kanggo liyane jangan kita terjebak dan bersembunyi di dalam identitas dan malah mejadi orang lain hanya karena tuntutan dunia. Terutama temukan diri dan jadilah kalian yang menemui diri kali yang lain untuk mengetahui sejatinya kalian” tandasnya (nkh)