oleh

Begini Tafsir Proporsional Kampanye Menurut KPI

JAKARTA, Redaksikota.com – Salah satu komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Dewi Setyarini mengatakan bahwa dalam kampanye, seluruh peserta pemilu harus mendapatkan porsi yang adil dalam media penyiaran.

Proporsional ini menurut Dewi ada dua faktor, salah satunya adalah porsi durasi tayang.

“Bagaimana kita tafsirkan proporsionalitas, ini masih menjadi perdebatan. Tetapi KPI punya poin yang bisa diterapkan, yakni durasi,” kata Dewi dalam diskusi “Peran Media dalam Menjaga Keutuhan dan Persatuan Bangsa” yang digelar oleh JPPR di Matraman, Jakarta Timur, Kamis (8/11/2018).

Menurutnya, seluruh peserta pemilu harus mendapatkan porsi yang sama di dalam lembaga penyiaran, baik itu di media audio maupun audio visual seperti televisi. Termasuk juga dari konten yang disajikan baik konten monolog maupun dialog seperti debat dan sebagainya.

“Bagi KPI, durasi ini menjadi tolak ukur berita ini proporsional atau tidak,” tuturnya.

Selain dilihat dari durasi, proporsional tersebut dikatakan Dewi juga bisa dilihat dari tone pemberitaan yang harus berimbang, termasuk tone negatif maupun positif.

“Kami belum lama ini dapat aduan tentang ada yang merasa keberatan pada pemberitaan yg mengarah ke pengadu. Dari sisi durasi cukup proporsional, lalu apa yg diadukan,” ujar Dewi.

“Ternyata tone beritanya yakni positif dan negatifnya. Beritanya sama aja belum tentu proporsional ketika tone nya tidak sama, apalagi sampai durasinya berbeda. Jadi (proporsional adalah) jumlah berita dan tone nya harus sama,” sambungnya. 

Terakhir, penilaian proporsional yang dimaknai KPI menurut Dewi adalah jumlah slot yang tersedia. Baginya, seluruh peserta pemilu harus mendapatkan hak slot yang sama dalam media atau lembaga penyiaran.

“Ketersediaan slot. Calon A sudah diberitakan, tapi hari ini karena satu lain hal calon B tidak melakukan kegiatan apapun meskipun kita tahu pemberitaan tidak harus selalu peserta melakukan kegiatan. Kita berikan excuse, tapi next tidak seperti itu,” paparnya.

“Bagi kami kesempatan yang sama harus diberikan kepada peserta pemilu,” tutupnya.

(ibn)

Komentar

Jangan Lewatkan