t
Beranda Life Style Entertainment Wah…! Kaesang Pernah “Sekarat” di Singapura Gara-gara Jokowi

Wah…! Kaesang Pernah “Sekarat” di Singapura Gara-gara Jokowi

WIB
81 views
| Estimasi Baca: 2 minutes
Kaesang, Jokowi
Presiden Joko Widodo saat adu panco dengan anak bungsunya, Kaesang Pangarep. [source : Youtube]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Siapa yang tak kenal dengan Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo tersebut mengaku kantornya pernah sekarat lantaran ayahnya lupa mengirimkan uang saku saat dirinya berada di Singapura.

Cerita ini muncul saat Kaesang melakukan duet Vlog dengan Youtuber Kevin Hendrawan. Saat itu adalah sesi tanya jawab terkait dengan biaya hidup di Negeri Singa itu.

Dalam rekaman video tersebut, Kaesang mengaku pernah harus makan mie instan 1 bungkus untuk 3 kali makan dalam satu hari.

“Beli Indomi* itu sekitar 2 dollar (dolar singapura) dapat 5 (bungkus). 1 Indomi* dibagi 3 untuk satu hari,” kata Kaesang dalam wawancaranya dengan Kevin.

Kemudian Kevin bertaya, pernahkah Kaesang mengalami kehidupan seperti itu. Dan jawaban mengejutkannya adalah ketika Kaesang mengatakan kejadian itu perna ia alami ketika ayahnya Joko Widodo lupa mengirimkan uang kepadanya.

“Pernah, dulu waktu pertama kali ke sini (Singapura), karena Bapak ngirimin duitnya telat. Bukan telat, tapi lupa harusnya ngirimin duit,” jawab Kaesang.

Hidup di Singapura Rp50.000 sekali makan.

Kemudian Kevin menanyakan kepada Kaesang terkait dengan biaya hidup normal di Singapura. Dimana untuk sekali makan di Singapura, biasanya orang-orang anak mengeluarkan uang SGD5 atau sekira Rp50.000 untuk sekali makan, pun itu belum termasuk minumnya.

“Iya sekali makan (Rp50.000). Itu tanpa minum lho. Minumnya air keran. Biar murah, minumnya bawa sendiri,” kata Kaesang.

Namun jika ingin tetap membeli minuman saat makan, maka seseorang bisa membelinya di tempat dia makan dengan harga Rp50.000 juga.

“Tapi kalau mau mahal, bisa beli, 1 botol Rp50.000,” terangnya.

Sementara untuk dirinya sendiri, Kaesang mengatakan jika dirinya untuk makan saja dalam satu hari butuh SGD10 – SGD13.

“Kalau (saya) sehari untuk makan siang, makan malam, itu habis sekitar SGD10-13. Tanpa makan pagi. Kalau sama makan pagi jadi SGD20,” ujar Kaesang.

Trik hematnya ini dikatakan Kaesang adalah dengan tanpa sarapan pagi. Dimana ia mengatakan jika ingin tidak lapar pada pagi hari, usai Shalat Subuh ia pun tidur lagi agar siang bisa makan dengan hemat anggaran kehidupan di Singapura.

“Habis Shalat subuh kalau bisa tidur lagi, kalau enggak ya lapar,” tukasnya.

Lihat video lengkapnya di bawah ini :