Hendropriyono
Abdullah Mahmud (AM) Hendropriyono. [foto : istimewa]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Berkeadilan.com – Profesor Intelijen, Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono akan segera genap berusia 75 tahun pada Kamis (7/5/2020) besok. Peringatan tiga perempat abad kelahirannya yang berlangsung di tengah wabah covid-19, direncanakan akan ditandai dengan peluncuran otobiografi melalui media sosial.

Dalam akun twitter pribadinya, ia menyampaikan pengumuman peluncuran bukunya itu.

“Peluncuran buku Otobiografi yg berjudul SPY SI (Sebagian Pengalaman Yang Saya Ingat) pada hari Kamis 7 Mei 2020, jam 14.00,” tulis @edo751945.

Dan agenda peluncuran bukunya itu, Hendropriyono mengatakan bahwa akan ada siaran live di seluruh akun sosial medianya, baik itu di Twitter, Facebook, Instagram, Youtube maupun website pribadinya hendropriyono.id.

Perlu diketahui, bahwa SPY SI menjadi buku kisah hidup resmi (authorize biography) yang spesial karena ditulis sendiri oleh Hendropriyono. Apalagi karena sosok penulisnya adalah tokoh berita yang kerap melontarkan pernyataan mengejutkan, SPY SI diyakini juga akan memberi kejutan yang mencerahkan, menyingkap sejarah yang belum terungkap.

Abdullah Mahmud Hendropriyono lahir di Yogyakarta pada 7 Mei 1945. Ia mengenyam pendidikan militer di Akademi Militer Nasional (AMN) Magelang (lulus 1967), Australian Intelligence Course di Woodside (1971), United States Army General Staff College di Fort Leavenworth, Amerika Serikat (1980), Sekolah Staf dan Komando (Sesko) ABRI (lulusan terbaik 1989 meraih anugerah Wira Karya Nugraha), serta KSA-VI Lemhannas (Lembaga Ketahanan Nasional) di Jakarta (1996) dengan prestasi tertinggi.

Hendropriyono juga dikenal sebagai prajurit di medan tempur dengan keterampilan militer Para Komando, Terjun Bebas Militer, dan Penembak Mahir, berbagai kemampuan khusus pasukan elit yang diperolehnya saat menjadi anggota Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha), yang sekarang menjadi Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Di luar bidang militer, Hendropriyono adalah sarjana administrasi dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi/Lembaga Administrasi Negara (STIA/ LAN), sarjana hukum lulusan Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM), sarjana ekonomi dari Universitas Terbuka Jakarta, sarjana teknik industri Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani) Cimahi Bandung dan program pascasarjana bidang hukum di STHM.

Pada bulan Juli 2009, Hendropriyono meraih gelar doktor filsafat di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, dengan predikat cum laude. Puncak pencapaian akademis Hendropriyono terjadi pada 2014, saat ia dikukuhkan sebagai Guru Besar Filsafat Intelijen Negara.

Di pemerintahan, Hendropriyono sempat memangku sejumlah jabatan strategis, sebagai Sekretaris Pengendali Operasional Pembangunan, Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan, Menteri Tenaga Kerja, dan terakhir sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).

Atas darma baktinya kepada bangsa dan negara, Hendropriyono dianugerahkan sejumlah tanda penghargaan, antara lain; Bintang Mahaputera Adipradana, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, Bintang Bhayangkara Utama, Bintang Yudha Dharma, Bintang Dharma, dan Satya Lencana Bhakti untuk luka-luka di medan pertempuran.

Di usianya yang memasuki 75 tahun, Hendropriyono masih mengabdi untuk bangsa dan negara, sebagai anggota Legiun Veteran RI, Ketua Senat Dewan Guru Besar Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) dan Guru Besar Tetap Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN). []