Beranda Life Style PERMUI Ingatkan Generasi Milenial Tak Gampang Terprovokasi Cyber Trend Global

PERMUI Ingatkan Generasi Milenial Tak Gampang Terprovokasi Cyber Trend Global

WIB
91 views
| Estimasi Baca: 2 minutes
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Perempuan Milenial Untuk Indonesia (PERMUI) menggelar Diskusi Publik bertemakan “Perempuan Milenial Menjaga Kesatuan NKRI, Perempuan Milenial Mengantisipasi Hoax Menjelang Pemilu 17 April 2019” di aula Gedung Joang 1945, Menteng Raya, Jakarta Pusat, Jumat (1/2/19).

Dalam melawan hoax menjelang pemilu 2019 nanti, Putri Khaerunisa yang merupakan Miss Asia 2017 – 2018 menyatakan, bahwa perempuan milenial saat ini harus mengikuti cyber trend tentang banyak hal. Termasuk trend ancaman aktual, mendukung ideologi ISIS, prostitusi online, ancaman potensial (berita palsu, infografis palsu, ancaman teror palsu) dan ancaman hakikat yang bersifat adu domba, memfitnah lambang negara, pemimpin negara yang bertujuan untuk terciptanya situasi chaos dan kondisi anarkis serta gangguan keamanan.

“Perempuan harus turut serta dalam melawan hoax, apalagi ini menjelang pemilu 2019 kita tau banyak sekali isu atau informasi yang banyak tidak benar. Bagi kami perempuan milenial, hal itu mengancam dan mengganggu kestabilan negara dan pemerintahan,” kata Putri.

Selain itu, lanjut Putri bahwa fakta digital dari serangan cyber hoax, cyber politic, cyber crime yang menganggu persepsi publik tentang konsep negara kesatuan yang dibandingkan dengan ideologis transnasional yang berbahaya, misalnya radikalisme religius & narkopolitiks, trend cyber global lainnya.

Hal itu telah memicu komunikasi profokatif melalui internet, sosmed, aplikasi, yang sulit diantisipasi secara cepat oleh komunitas aparat keamanan di seluruh dunia. Indonesia juga mengalami hal yang sama dan kaum milenial ikut terkena dampaknya.

“Trend ini harus dipahami generasi milenial agar dampak negatif dari trend cyber tidak menjadi ancaman strategis yang merusak eksistensi kedaulatan bangsa,” sambungnya.

Kemudian, Putri juga menyatakan bahwa dalam melawan ujaran kebencian, ancaman strategis yang merusak eksistensi kedaulatan bangsa tidak melulu menjadi tugas dan fungsi aparat keamanan negara.

Menurutnya, keikutsertaan seluruh elemen kau muda termasuk perempuan milenial juga sangat penting.

“Sikap patriotisme dan kejuangan tidak melulu menjadi medan juang aparat keamanan dan generasi kolot, generasi milenial diseluruh dunia jugg banyak yang melibatkan diri dan terlibat secara global memerangi isu-isu yang disebarluaskn oleh cyber hacker, cyber crime, cyber teroris,” tegas Putri.

Di akhir pemaparannya, Putri menyayangkan masih banyak generasi milenial menjadi lebih agitatif dan bersikap reaksioner menyerang simbol-simbol kepresidenan dan lambang negara melalui meme-meme dan hoax yang diproduksi oleh kelompok transnasional crime secara tersamar.

“Bahkan isu-isu radikal tersebut dikhawatirkan memikat generasi muda milenial membentuk kesadaran identitas palsu yang jauh dari rasa cinta terhadap NKRI,” tutupnya. []