oleh

Ferry Juliantono: Rupiah Rp15.000/USD Rakyat Tak Perlu Capek-capek Tumbangkan Jokowi

JAKARTA, Redaksikota.com – Wakil ketua umum DPP Partai Gerindra, Ferry Juliantono mengatakan bahwa kondisi ekonomi nasional saat ini sedang berada di titik nadir, apalagi rupiah saat ini mengalami penurunan yang cukup mengkhawatirkan dengan lebih dari Rp14.000 per dollar amerika.

Kondisi nilai mata uang rupiah yang mengalami trend penurunan tersebut dikatakan Ferry akan memberikan dampak negatif tersendiri bagi tahta Joko Widodo sebagai Presiden.

“Rupiah 15.000 gak usah Ganti Presiden, udah otomatis jatuh sendiri dia. Ini bukan soal oposisi atau partai pemerintah, tapi ini tanggunjawab kita bersama. Jangan-jangan kita semua gak ada opsi lain kalau misal rupiah Rp15.000/USD tiba-tiba pak Jokowi nyatakan mundur,” kata Ferry di tengah-tengah rilis hasir survei Tiga Roda Institute di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (24/5/2018).

Baginya, gelombang berakhirnya tahta Jokowi bisa dilihat dengan kondisi ekonomi yang dianggapnya semakin buruk. Ferry juga memberikan catatan besar bahwa sekuat apapun sebuah negara jika ekonominya rusak, maka akan menimbulkan dampak negatif tersendiri bagi negara dan penguasanya.

“Negara sekuat apapun ketika ekonomi jatuh, situasinya akan buruk dan tidak akan menguntungkan petahana sama sekali,” tuturnya.

Selain masalah rupiah yang semakin hari semakin jeblok, Ferry juga menyoroti persoalan ekspor beras yang informasinya akan dilakukan lagi oleh pemerintahan Joko Widodo.

Kemudian ada juga persoalan pengangguran yang semakin meningkat karena rendahnya akses lapangan pekerjaan bagi masyarakat khususnya kelompok masyarakat produktif. Kemudian kenaikan harga-harga kebutuhan pokok menjadi persoalan yang seharusnya dientaskan oleh pemerintah.

“Sekarang sudah hampir 1 juta ton Indonesia impor beras. Apakah PDIP ini sepakat atau tidak, tapi soal ekonomi naik, beras impor saat panen raya, pengangguran naik, cari kerja susah dan sebagainya. Ini gak usah pakai survei (untuk menilainya),” tegas Ferry.

Bahkan melihat kondisi perekonomian Indonesia saat ini, eks aktivis 98 ini pun menyatakan Indonesia sedang darurat krisis ekonomi.

“Ini krisis ekonomi. Ini menjelang krisis ekonomi. Saya yang katakan kalau Bu Eva (Eva Kusuma Sundari -red) gak berani ngomong,” pungkasnya.

Dan Ferry juga meminta kepada Presiden Joko Widodo jika sampai tak mampu memperbaiki masalah ekonomi dan malah rupiah terus meroket sampai sentuh angka Rp15.000/USD, sebaiknya ia mundur dari jabatannya sebagai Presiden Indonesia.

“Kalau rupiah Rp15.000, sebaiknya pak Jokowi mundur saja dari pada diteruskan tapi malah membuat kondisi semakin tambah buruk,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ferry juga memiliki harapan agar para tokoh nasional bisa duduk bersama untuk membahas kondisi bangsa dan negara saat ini. Ia memberikan catatan bahwa persoalan buruk ekonomi di Indonesia jangan dipandang masalah oposisi maupun kelompok pemerintah, melainkan menjadu persoalan seluruh elemen bangsa Indonesia sendiri.

“Saya sih harapannya ada bu Mega, Pak SBY, pak Prabowo ngomong soal kondisi bangsa saat ini,” ujar Ferry Juliantono.

Komentar