Pemuda dan Mahasiswa Asal Bengkulu Dukung Gerakan Ekonomi Berbasis Masjid

Pemuda dan Mahasiswa Asal Bengkulu Dukung Gerakan Ekonomi Berbasis Masjid

BERBAGI

Jakarta, Redaksikota- Acara Indonesian Islamic Youth Economic Forum (ISYEF) 2018 dengan tema “Awakening the Power of Economic from Masjid” mendapat sambutan yang baik dari berbagai kalangan pemuda dan mahasiswa.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh salah satu delegasi dari Himpunan Mahasiswa Bumi Rafflesia (HIMAMIRA) Jabodetabek, Adi Purwanto. Untuk diketahui Himamira ini adalah organisasi mahasiswa rantau asal Bengkulu yang ada di kawasan Jabodetabek.

Acara ISYEF ini sedianya dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Wakapolri Komjen Syafruddin, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, Ketua Umum BPP HIPMI Bahlil Lahadalia, dan Ustadz Muhammad Jazir.

Adi mengatakan ISYEF ini banyak memberikan tambahan wawasan serta membentuk kesadaran bagi generasi muda untuk membangun perekonomian ummat dengan berbasis Masjid.

“Kami dari Himamira Jabodetabek sangat antusias sekali dengan acara ini, kami berharap perkembangan ekonomi keummatan bisa mengalami peningkatan melalui gerakan dari masjid-masjid di seluruh Indonesia,” ujar Adi, yang juga merupakan Ketua Presidium Himamira Jabodetabek kepada wartawan di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Minggu (15/4/2018).

Senada dengan Adi, Dewan Penasihat Himamira Jabodetabek, Hendri Satrio juga mengapresiasi adanya kegiatan ISYEF ini.

“Prinsipnya kami mendukung setiap kegiatan yang bertujuan untuk membangun kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam hal ini terkait kemandirian ekonomi berbasis Masjid,” tutur Hendri saat dihubungi Redaksikota, Minggu, (15/4/2018).

Hendri menambahkan bahwa kegiatan terkait perekonomian ini sejalan dengan salah satu visi Himamira Jabodetabek yang berkomitmen dengan pengembangan ekonomi kreatif.

“Kami di Himamira saat ini sedang mempersiapkan unit koperasi yang nantinya akan dikelola mahasiswa, polanya akan kami kerjasamakan dengan kelompok UMKM dan kami akan coba gandeng pengusaha asal Bengkulu yang peduli dengan perkembangan ekonomi di daerah ,” terang alumni prodi Ilmu Hubungan Internasional UIN Jakarta ini.

Hendri berharap, adanya unit koperasi mahasiswa ini nantinya dapat membantu mengembangkan industri kreatif yang ada di daerahnya sehingga dapat berpengaruh bagi pertumbuhan perekonomian masyarakat Bengkulu.

“Rencananya produk kami ini berupa oleh-oleh makanan khas dari Bengkulu, juga ada hasil kerajinan tangan yang dibuat oleh masyarakat, selain ada nilai ekonomi, nantinya sekaligus kami dapat memperkenalkan Bengkulu kepada masyarakat luas,” demikian Hendri. (Red)