86 Koperasi di Kabupaten Serang Dibekukan

86 Koperasi di Kabupaten Serang Dibekukan

BERBAGI

SERANG, Redaksikota – Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang telah membekukan 586 koperasi. Hal itu lantaran koperasi tidak memberikan laporan kepada Diskoperindag.

Kepala Diskoperindag Kabupaten Serang Abdul Wahid mengatakan, bahwa sebelumnya Kabupaten Serang memiliki 1.266 koperasi, hingga kini hanya 680 koperasi saja yang masih aktif.

“Karena sudah lama tidak aktif, maka 586 koperasi itu kami bubarkan,” katanya kepada Tangerang Ekspres saat ditemui dikantornya, Selasa (6/3/2018).

Lebih lanjut kata dia, pembubaran ratusan koperasi tersebut karena, koperasi tidak melakukan kewajibannya, seperti tidak ada kepengurusan, tidak memiliki sekretariat dan tidak melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT) yang diwajibkan setiap satu tahun sekali untuk melaporkan pertanggungjawabannya.

“Jadi itu kewajiban yang harus mereka taati sesuai dengan amanat perundang-undangan,” ujarnya.

Menurut Abdul Wahid, akibat banyaknya koperasi yang tidak aktif, dapat menurunkan kinerja instansi, terlebih dianggap rendah dalam menjalankan kinerja.

“Kita hapuskan agar instansi dapat menjalankan tugasnya dengan fokus sehingga, semuanya dapat berjalan dengan lancar,” terangnya.

Selain itu kata dia, saat ini dana hibah untuk koperasi sudah dihapuskan. Akibat dana hibah tersebut banyak koperasi yang hanya mengharapkan bantuan dari dana hibat milik pemerintah, terlebih setelah mendapatkan bantuan koperasi tersebut tak lagi aktif. Ke depan koperasi tidak lagi mengharapkan bantuan dari pemerintah.

“Kalau sekarang hanya ada pembinaan saja serta menfasilitasi pinjaman ke perbankan. Jadi mereka harus bersinergi untuk bisa memberikan kontribusi dalam membangun daerah,” paparnya.

Sementara itu, Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan Koperasi pada Diskoperindag Kabupaten Serang Muhammad Rifki.

Mengatakan dari jumlah 680 koperasi yang dibubarkan karena sudah lama tidak aktif, kemudian tidak melakukan RAT dan tidak ada laporan ke Disperindag.

“Kami juga sudah memberikan somasi kepada koperasi itu, bila mana sampai Januari tidak ada laporan atau sanggahan kita bubarkan,” katanya saat dihubungi melalui telepon seluler.

Untuk meningkatkan kapasitas koperasi, pihaknya akan melakukan tiga program meliputi, pembinaan, pengawasan dan monitori.

“Di sana kita akan evaluasi juga, dan itu yang akan menjadi prioritas kami di tahun ini,” ujarnya.

Dia menjelaskan, bahwa pihaknya akan menfasilitasi badan hukum untuk koperasi di tahun 2018 dengan jumlah 50 koperasi. “Sasaranya itu UMKM dan kelompok petani,” katanya.