oleh

PT. KCI Diduga Tak Kantongi Ijin KMT Hingga Terjadi Antrean

-Ekonomi-23 views

JAKARTA, Redaksikota.com – Ketua Persatuan Mahasiswa-Konsumen Cinta Indonesia (PM KCI) Idam Faras menduga adanya kesalahan perizinan pada Kartu Multy Trip (KMT) yang dikelola oleh PT Kereta Commuterline Indonesia (KCI).

Bahkan dalam beberapa waktu terakhir terjadi antrean panjang di sejumlah stasiun di Jakarta dan Bogor akibat pembaharuan sistem e-ticketing commuter line tersebut.

“Per hari ini minggu siang tgl 22 Juli 2018, KMT (Kartu Multi Trip) tidak bisa di gunakan disetiap stasiun KRL. Kami menduga ada kesalahan pada sistem atau belum mempunyi izin penerbitan,” kata Faras, Minggu (22/7/2018).

Kecurigaan tersebut lantaran KMT digunakan oleh penumpang KRL sebagai alat pembayaran tiket KRL dengan menggunakan uang elektronik (e-money) yang diterbitkan oleh PT KCI.

Di sisi lain, Bank Indonesia telah mengatur ketentuan terkait penyelenggaraan uang elektronik di Indonesia dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 20/6/PBI/2018 tentang Uang Elektronik.

Di mana semua pihak yang menerbitkan uang elektronik harus memiliki izin dari Bank Indonesia, tanpa adanya izin dari Bank Indonesia, maka dilarang menerbitkan uang elektronik.

“Perbuatan PT KCI tersebut diduga telah melanggar ketentuan Pasal 4 ayat (1) jo. Pasal 59 Peraturan Bank Indonesia Nomor 20/6/PBI/2018. Pasal 4 ayat (1) Peraturan Bank Indonesia Nomor 20/6/PBI/2018,” ujar Idam.

Lebih lanjut, Idam Faras juga menyayangkan Perusahaan yang di bawah naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut melakukan kesalahan yang dianggapnya cukup fatal.

“Di perusahaan kelas Plat Merah terjadi sebuah kesalahan besar yang otomatis melakukan penipuan dana konsumen pengguna kereta commuterline, ini sangat disayangkan sekali,” pungkasnya.

(cup/red)

Komentar

Jangan Lewatkan