oleh

Rupiah Lemah, BEM SI Geruduk Kemenkeu

JAKARTA, Redaksikota.com – Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Jabodetabek-Banten menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyikapi terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika.

Dalam aksinya, mereka mendesak agar pemerintah Indonesia segera menstabilkan rupiah yang semakin terpuruk di hadapan dolar Amerika karena berdampak langsung terhadap harga-harga, termasuk juga dengan harga kebutuhan pokok.

“Mendesak pemerintah agar tetap menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah melemahnya nilai tukar rupiah tanpa harus mengintimidasi produk-produk lokal untuk bersaing di dalam pasar nasional,” kata koordinator BEM SI Jabodetabek-Banten, Muhammad Wildan Habibi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (14/9/2018).

“Mendesak pemerintah untuk mengakomodir produk lokal agar lebih dikenal oleh masyarakat,” imbuhnya.

Selain mendorong pemerintah memperbaiki nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika, Wildan juga mendorong pemerintah agar membuka secara luas daya ekspor produk-produk dalam negeri, namun dibarengi dengan penekanan potensi impor.

“Mendorong pemerintah untuk memperluas ekspor dengan mencari pasar alternatif ekspor dan mengurangi impor,” tuntutnya.

Kemudian ia juga mendorong agar pemerintah pusat memberikan kemudahan akses peminjaman modal usaha bagi masyarakat kecil untuk menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri.

“Menekan pemerintah untuk mempermudah akses peminjaman usaha dengan menjaga suku bunga kredit yang rendah,” lanjutnya.

Namun demikian, Wildan juga mengajak kepada masyarakat luas dapat berkontribusi aktif dalam upaya menekan kenaikan rupiah terhadap dolar. Salah satunya adalah dengan mengutamakan konsumsi pada produk-produk dalam negeri.

“Menghimbau masyarakat agar meningkatkan penggunaan produk lokal dan mengurangi konsumsi produk asing,” imbaunya.

Selain itu pula, Ketua BEM Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini pun mengajak agar masyarakat lebih mengutamakan transaksi menggunakan rupiah.

“Mengajak masyarakat untuk tidak menukarkan rupiah ke dolar dan memperbanyak transaksi dengan rupiah agar nilai rupiah menguat dan menukarkan dollar-nya, agar devisa dollar terus terjaga di dalam negeri dan kondisi rupiah kembali membaik,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, aksi unjuk rasa tersebut masih berlangsung di depan Kemenkeu dan sempat menutup akses Jl Lapangan Banteng Timur menuju ke Gunung Sahari.

(ibn)

Komentar

Jangan Lewatkan