Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Bogor, Redaksikota.com – Berbagai program pemerintah untuk mengentasan kemiskinan terus dilakukan. Mulai dari pemberian Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN-KIS), Program Keluarga Harapan (PKH), Bansos Rastra atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan bantuan lainnya.

Adanya program bantuan sosial untuk masyarakat miskin ini merupakan komitmen pemerintah dalam mempercepat penanggulangan kemiskinan.

Bahkan, saat ini ditengah wabah pandemi Corona (Covid-19 ) yang sedang terjadi, pemerintah juga telah mengucurkan bantuan lainnya berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Pemerintah Pusat, BLT dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan bantuan beras dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor.

Namun, disaat bantuan tersebut marak di gembar-gemborkan dan sudah tersalurkan hingga diterima oleh masyarakat penerima bantuan tersebut, hendaknya perlu dievaluasi lagi. Mengingat, banyak warga yang kehidupannya masuk kategori mampu mendapatkan bantuan. Sedangkan, warga yang benar-benar miskin dan layak dapat menerima bantuan, justru malah luput dari perhatian pemerintah.

Seperti yang dialami Ocih (85), warga Kampung Cihideung RT 01 RW 01, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Nenek tua renta miskin ini tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah. Bahkan, yang tinggalnya di rumah tidak layak huni seolah terabaikan dan luput dari perhatian pemerintah.

Salah seorang tetangganya, Ardiawan mengatakan kehidupan keseharian Mak Ocih sangat memprihatinkan, bahkan rumah yang ditempatinya juga kondisinya bisa dibilang jauh dari kata layak huni.

“Kasihan jika melihat kondisi kehidupan beliau, sudah miskin, tinggal ditempat tidak layak huni, lalu tidak mendapatkan bantuan sama sekali dari pemerintah. Padahal, beliau ini patut dan layak mendapatkannya. Sedangkan untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-harinya kadang beliau kerja serabutan dengan penghasilan tak menentu, itu pun jika ada yang nyuruh atau suka dikasih dari tetangga yang iba kepadanya,” ujar Ardiawan. Selasa (12/5/2020).

Selain itu, kata Ardiawan, warga lainnya yang tinggal satu kampung dengan Mak Ocih yakni bernama Ujang Ujil mengalami hal sama. Ujang yang sudah tidak memiliki orang tua dan hidup sebatang kara ini, juga luput dari perhatian pemerintah.

“Saya benar-benar bingung, kenapa dua warga miskin yang merupakan tegangga saya bisa tidak tersentuh pemerintah untuk mendapatkan bantuan, ini pengakuan mereka kepada saya saat ditanya apakah pernah dapat bantuan atau tidak, jawabannya belum pernah sekalipun mendapatkan, apalagi merasakannya. Jika begini seperti apa sistem pendataannya yang katanya harus tepat sasaran itu,” keluhnya.

Agus S/Setya