Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA – Penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja oleh serikat buruh di Indonesua, dapat dukungan dari Konfederasi Serikat Buruh Internasional Asia Pasifk (ITUC-AP). Hal tersebut dinyatakan langsung oleh Sekretaris Jenderal ITUC-AP, Shoya Yoshida.

“Saya hadir disini untuk mewakili ITUC-AP, kami ingin beri dukungan penuh kepada kaum pekerja di lndonesia. khususnya kepada anggota lTUC-AP di lndonesia (KSPI dan KSBSI) dalam perjuangan mereka menghentikan usulan RUU Omnibus Law Cipta Kerja,” ujar Shoya, dalam Konferensi Pers di Hotel Sari Pasific, Jakarta, Rabu (11/3/2020).

Sejak Oktober 2019, lTUC-AP telah memantau dengan seksama masalah ketenagakerjaan di Indonesia ketika Presiden Joko Widodo mengusulkan untuk merampingkan hukum Indonesra yang tumpang tindih menjadi dua RUU Omnibus Law.

“Sesuai RUU yang ada saat ini, analisis kami menunjukkan bahwa RUU Omnibus Cipta Kerja akan mengarah pada fleksibilitas yang lebih besar dan mengurangi kesejahteraan buruh atau pekerja secara signifikan,” jelas Shoya.

ITUC-AP sendiri menyoroti enam point, pertama Usulan RUU Omnibus Law ini berisiko melemahkan upah minimum. Kedua Ketentuan penting terkait pembayaran pesangon akan dihapus Ketiga, UU Omnibus juga akan menghapus batasan terhadap penggunaan berlebihan perjanjian kerja waktu tertentu untuk pekerjaan yang bersifat permanen.

Keempat, Undang-undang Omnibus akan menghapus batasan untuk outsourcing buruh/pekerja dan perlindungan skema kesehatan dan pensiun. Kelima, Undang-undang Omnibus akan menyebabkan risiko kesehatan dan keselamatan yang signifikan dan Keenam, Konsultasi dengan serikat buruhl serikat pekerja akan dihapus.