Beranda Ekobiz Ekonomi Tolak Impor Pangan, KSPI Desak Enggartiasto Lukita Dipecat

Tolak Impor Pangan, KSPI Desak Enggartiasto Lukita Dipecat

948 views
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Ratusan massa dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Kementerian Perdagangan. Dalam aksinya, massa mendesak agar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dipecat dari jabatannya karena ngotot ingin melakukan impor bahan pangan.

Disampaikan oleh Sekjen Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Riden Hatam Aziz, bahwa Indonesia tidak selayaknya membuka kran impor bahan pangan sebesar-besarnya. Hal ini karena stok kebutuhan pangan dalam negeri masih terpenuhi di samping Indonesia adalah negara agraris.

“Negara ini negara agraris, tapi faktanya Indonesia malah impor soal pangan,” kata Riden di atas mobil komando, Senin (1/10/2018).

Ia menegaskan bahwa pihaknya menentang keras upaya pemerintah melalui Kementerian Perdagangan untuk impor berbagai bahan pangan.

“Kami KSPI wakili 1,7 juta anggota di seluruh indonesia, tolong segera hentikan impor kebutuhan pokok rakyat Indonesia. Ironis kenapa banyak petani dan nelayan tapi kebijakan pemerintah malah melakukan impor, ini apakah pejabat kita mental rente,” ujarnya.

Ia pun meminta agar partai Nasdem sebagai partai dimana Enggartiasto Lukita berpolitik maupun Joko Widodo sebagai Presiden Indonesia untuk segera memecat dan menertibkan Menteri Perdagangan tersebut, sehingga kebijakan yang diambil di rezim pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla saat ini tidak dianggap menyengsarakan rakyat, khususnya kaum tani dan kaum buruh Indonesia.

Pun jika sampai kebijakan impor bahan pangan tersebut masih terus dilakukan, ia menegasakan bahwa KSPI dan seluruh lembaga di bawah naungan mereka akan menyuarakan ke grassroot untuk tidak mencoblos kader partai pemerintah termasuk juga di Pilpres 2019 nanti.

“Kita tahu bahwa pejabat kemendag adalah dari partai pro pemerintah. Jika ini tidak dihiraukan dan tetap masih impor, maka 2019 jangan sampai coblos partainya,” tegas Riden.

(ibn)