oleh

Mogok Kerja Pilot dan Serikat Karyawan Demi Kebaikan Garuda Indonesia

JAKARTA, Redaksikota.com – Polemik di tubuh perusahaan milik negara yakni PT Garuda Indonesia (Persero) tampaknya belum juga dapat terselesaikan, bahkan kali ini Asosiasi Pilot Garuda (APG) dan Serikat Karyawan Garuda (SEKARGA) yang tergabung dalam Sekretariat Bersama (Sekber) Serikat Karyawan PT Garunda Indonesia mengancam akan melakukan mogok bersama.

Menurut Ketua Sekber PT Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia, Ahmad Irfan mengatakan bahwa sikap tegas pihaknya tersebut dilakukan demi menunjukkan kepada pemerintah pusat agar lebih peka terhadap nasib perusahaan penerbangan kebanggan Indonesia itu, apalagi ia mengatakan sejauh ini polemik di tubuh perusahaan BUMN tersebut juga sudah disampaikan kepada Kementerian BUMN namun tak kunjung mendapatkan respon yang positif.

“Rencana mogok adalah upaya terakhir kami agar pemerintah mau berperan aktif membantu menyelamatkan PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk karena kami sudah mencoba memberikan masukan kepada Menteri BUMN sejak tahun 2017 tetapi tidak mendapat respon yang diharapkan,” kata Irfan dalam siaran persnya yang diterima Redaksikota.com, Sabtu (2/6/2018).

Irfan juga menegaskan kepada pemerintah pusat bahwa sikap tegas mogok bersama tersebut dilakukan bukan karena sikap pembangkangan terhadap manajemen perusahaan, melainkan agar PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tersebut dapat memperbaiki persoalan yang ada.

“Mogok ini sebenarnya merupakan bukti kecintaan kami kepada Garuda Indonesia agar permasalahan mismanagement yang terjadi di tubuh Garuda Indonesia dapat diselesaikan oleh Pemerintah, sehingga Garuda Indonesia tetap dapat membawa konsumen terbang tinggi membawa bendera Bangsa,” tegasnya.

Kemudian terkait dengan sikap tersebut, Irfan pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh konsumen dan masyarakat Indonesia yang terkena dampak dari mogok kerjanya serikat karyawan PT Garuda Indonesia tersebut.

“Kepada Mayarakat Indonesia kami memohon maaf yang sebesar besarnya atas rencana pelaksanaan mogok yang akan dilakukan karena pada saat ini PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang merupakan perusahaan publik sedang mengalami penurunan kinerja di berbagai lini. Bahwa penurunan Harga saham GIAA yang terjadi terus menerus sampai dengan penutupan hari kamis 31 Mei 2018 pada harga Rp254 per lembar, dibandingkan pada saat IPO harga saham Rp750 per lembar,” jelas Irfan.

“Kondisi ini sangat merugikan Perusahaan dan juga masyarakat luas, serta terjadi pengurangan pelayanan terhadap konsumen di berbagai lini, dimana ini merupakan beberapa indikator dari terjadinya degradasi kinerja tersebut,” lanjutnya.

Dan untuk agenda mogok bersama itu, Irfan mengatakan pihaknya akan menyampaikannya jauh-jauh hari kepada masyarakat, sehingga siapapun yang akan menggunakan jasa penerbangan dari PT Garuda Indonesia tidak terbengkalai dan terlalu dirugikan.

“Rencana mogok tersebut nantinya akan kami beritahu ke publik paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum mogok dilakukan. Sesuai dengan konferensi pers terakhir pada tanggal 2 Mei 2018, disampaikan bahwa kami akan menunggu respon dari Pemerintah dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kerja kedepan,” terangnya.

Irfan mengatakan pengambilan sikap tegas tersebut sudah melalui pertimbangan yang sangat matang dengan seluruh elemen serikat karyawan PT Garuda Indonesia yang berafiliasi.

“Keputusan tersebut diambil karena kami sudah menghitung dan mempertimbangkan dengan sangat cermat bahwa jika keputusan mogok harus diambil, maka kegiatan tersebut pasti tidak bertepatan dengan momen krusial para konsumen,” ujar Irfan.

Terakhir, sejauh ini Irfan mengatakan pihaknya sudah bertemu dengan Kemenko Kemaritiman, dan pihaknya pun sudah dijanjikan untuk dicarikan solusi terbaik terkait dengan persoalan tubuh perusahaan milik negara itu.

“Kami bersyukur bahwa pada hari Kamis tanggal 31 Mei 2018 sudah melakukan pertemuan dengan Menko Maritim Bapak Luhut Binsar Panjaitan dan beliau akan segera mencari solusi terbaik terkait permasalahan ini. Besar harapan Kami Bapak Menko Maritim dapat membantu menyelesaikan masalah ini sehingga mogok kerja tidak perlu kami lakukan,” tutupnya. (ibn)

Komentar