Sesuai Permendagri Nomor 71/2016, PDAM Tirtanadi Bisa Evaluasi Tarif Air Tiap Tahun

Sesuai Permendagri Nomor 71/2016, PDAM Tirtanadi Bisa Evaluasi Tarif Air Tiap Tahun

BERBAGI

MEDAN, Redaksikota – Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 71 tahun 2016 tentang perhitungan dan penetapan tarif air minum, sebenarnya PDAM Tirtanadi Sumut dapat melakukan evaluasi tarif air setiap tahun.

Namun hingga saat ini, kata Kepala Divisi Hubungan Pelanggan PDAM Tirtanadi Sumut, Tauhid Ichyar, sudah empat tahun PDAM Tirtanadi berusaha melakukan efisiensi untuk tetap mempertahankan tarif lama.

“Ada beberapa alasan penyebab PDAM Tirtanadi harus menyesuaikan tarif air minum,” kata Tauhid Ichyar dalam acara Sambung Rasa sekaligus sosialisasi penyesuaian tarif air minum kepada masyarakat pelanggan air PDAM Tirtanadi di Kantor Camat Medan Kota, Kamis (13/4/2017).

Menurut Tauhid Ichyar, PDAM Tirtanadi Sumut tetap harus mengeluarkan biaya dan usaha untuk mendapatkan air.

Misalnya, sebut Tauhid Ichyar, membuat sumur, mengambil air dari sungai.

“Demikian juga PDAM Tirtanadi yang mayoritas sumber airnya dari sungai, tentu butuh biaya untuk mengambil, mengolah air menjadi bersih hingga mendistribusikan ke rumah pelanggan,” ujar Tauhid.

Hadir dalam acara Sambung Rasa sekaligus sosialisi penyesuaian tarif air di Kantor Camat Medan Kota itu, Direktur Administrasi dan Keuangan PDAM Tirtanadi Arif Haryadian, Kadiv Hubungan Pelanggan, Tauhid Ichyar, Sekretaris Perusahaan PDAM, Jumirin, Kadiv Air Limbah Zulkarnain, Kepala Divisi Litbang Ashari Pasaribu, pihak Kecamatan Medan Kota dan masyarakat pelanggan air PDAM.

Disampaikan Tauhid, faktor inflasi, kenaikan harga bahan, kenaikan tarif dasar listrik, kenaikan UMP/UMK dan lainnya, membuat PDAM Tirtanadi pun harus melakukan penyesuaian tarif air.

“Hal itu dilakukan PDAM Tirtanadi semata-mata untuk meningkatkan kualitas air dan pelayanan pelanggan,” katanya.

Direktur Administrasi dan Keuangan PDAM Tirtanadi Sumut, Arif Haryadian, menyampaikan, ada banyak faktor yang menyebabkan kualitas air PDAM Tirtanadi bisa berubah sepanjang perjalanan puluhan kilometer melalui pipa-pipa di bawah tanah.

Di antaranya faktor kebocoran pipa yang bisa jadi disebabkan alam, pekerjaan infratruktur, dan lainnya.

“Namun ke depan kita akan terus meningkatkan kualitas dan pelayanan, sehingga air yang sampai di rumah pelanggan bisa benar-benar sesuai standar. Mungkin tidak kita, tapi anak cucu kita kelak akan merasakannya,” ujar Arif. (K-10)