Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Wakil Menteri ESDM, Archandra Tahar mengatakan jika pihaknya sudah mencarikan solusi terbaik untuk PT Freeport Indonesia agar dapat terus bekerjasama dengan Indonesia memenuhi kebutuhan dapurnya.

“Kita tunggu saja, yang penting kita berusaha cari jalan keluar yang terbaik, sebisa mungkin tidak melanggar hukum, tapi solusi-solusi tersebut sudah kita cari, di situlah terjadi diskusi yang alot, menyangkut jalan yang ditawarkan yaitu arbitrase, apakah itu diatur dalam cara kita berkontrak di Indonesia,” kata Archandra di Jakarta, Selasa (21/2/2017).

Pun mendapatkan tantang akan dilakukan upaya Arbitrase, Archandra tidak akan ambil pusing. Bahkan jika hal itu dilakukan PT Freeport Indonesia terhadap pemerintah Indonesia, pihaknya juga sudah siap menghadapinya.

“Iya, itu kan jalan terakhir. Kita lihat apakah jalan terakhir akan kita tempuh atau masih ada jalan lain atau tidak. Itu kita siap,” tukasnya.

Tampak senada, Menteri ESDM Ignasius Jonan pun menganggap langkah keras dan tegas dari Pemerintah Indonesia ini tidak akan merugikan, bahkan ia menilai jika manfaat perusahaan tambang asal Negeri Paman Sam terhadap Indonesia tersebut tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan perusahaan lokal.

Salah satunya adalah perusahaan rokok. Pajak dari sektor bea cukai dibanding dengan pajak yang dibayarkan PTFI dalam bentuk apapun sebesar Rp 214 triliun selama 25 tahun (per tahun Rp 8 triliun) masih lebih sedikit. Jika dibandingkan dengan pembayaran cukai rokok satu tahun pada 2015 bisa mencapai angka Rp 149,5 triliun.

Untuk itu, Jonan menganggap kebijakan baru Pemerintah Indonesia adalah solusi terbaik untuk melanjutkan kerjasama antara PT Freeport Indonesia dengan pemerintah Indonesia ke depannya.

“Pemerintah Indonesia sudah memberikan opsi yang cukup fair kepada PTFI terkait keberlangsungan operasionalnya di Indonesia,” tandas Jonan di Malang, Jawa Timur.