Beranda Ekobiz Bisnis 2017-2018, 21 Perusahaan Hengkang dari Karawan Gara-gara UMK

2017-2018, 21 Perusahaan Hengkang dari Karawan Gara-gara UMK

214 views
Ilustrasi
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA, Redaksikota.com – Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabuparen Karawang, Ahmad Suroto menyampaikan bahwa sejak terhitung tahun 2017 hingga 2018 ini, jumlah perusahaa yang keluar dari Karawang sudah mencapai 21 perusahaan.

Alasan keluarnya 21 perusahaan tersebut dikabarkan karena mereka tidak mampu mengikuti arus perkembangan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Karawang yang terus naik dari dua tahun terakhir itu.

“Sejak tahun 2017 hingga 2018 ini, sudah ada 21 perusahaan yang pindah dari Karawang karena alasan mereka tidak mampu membayar upah tinggi di Karawang,” kata Suroto kepada wartawan, Selasa (13/11/2018).

Dari 21 perusahaan tersebut, lima diantaranya adalah perusahaan yang bergerak di bidang garmen. Kondisi ini pun disebutkan Suroto juga telah memberikan sumbangsih negatif lainnya yakni pemutusan hubungan kerja (PHK). Bahkan saat ini sudah tercatat ada 22.000 pekerja yang terkena dampak tersebut.

Sementara untuk perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur, ia menyatakan bahwa pihaknya belum mendapatkan laporan resminya sehingga belum dapat disampaikan kepada publik.

Perlu diketahui berdasarkan catatan yang berhasil dihimpun, bahwa nilai UMK untuk Kabupaten Karawang memang terbilang terus naik dari tahun ke tahun. Untuk tahun 2017 UMK mereka adalah di angka Rp.3.605.271. Kemudian UMK tahun 2018 Karawang tercatat merupakan Kabupaten/Kota dengan UMK tertinggi di seluruh Jawa Barat yakni Rp3.919.291.

Selanjutnya untuk UMK tahun 2019, mereka sudah di angka Rp4.233.226. Dan disampaikan Suroto, nilai UMK ini akan menjadi ancaman tersendiri bagi pelaku usaha di bidang Tekstil, Sandang dan Kulit (TSK).

(red)