Beranda Ekobiz Freddy Harris: Ahu Online Mempermudah Status WNI

Freddy Harris: Ahu Online Mempermudah Status WNI

577 views
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota, Jakarta – Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen – AHU), Freddy Harris, S.H., LL.M. telah mengusulkan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) agar biaya administrasi pengurusan mendapatkan kewarganegaran Indonesia, bagi anak campur hasil perkawinan Warga Negara Indonesia (WNI) dengan Warga Negara Asing (WNA) untuk diturunkan.

“Kami sudah berkoordinasi terkait masalah penurunan biaya administrasi dan mungkin segera akan diturunkan oleh Kemenkeu. Ditjen AHU sudah berkomitmen anak kawin campur merupakan anak Indonesia yang memiliki potensi besar,” ungkapnya, Rabu (23/8/2017).

Maklum, bila Freddy mengusulkan adanya penurunan biaya administrasi pengurusan mendapatkan kewarganegaran bagi anak campur hasil perkawinan WNI dengan WNA. Sebab jika mereka ingin mendapatkan status WNI harus merogoh kocek sebesar Rp 50 juta, dibandingkan jika seorang WNA menjadi WNI yang hanya dikenai biaya pengurusan admintrasi sebesar Rp 2,5 juta saja.

Hal demikian berdasarkan kewenangan (Kemenkeu) dan karena terkait masalah pajak. Alhasil untuk mengatasi masalah tersebut, Ditjen AHU berkoordinasi dengan Kemenkeu supaya biaya administrasi pengurusan dapat diturunkan. “Menjadi Rp 5 juta atau setidaknya sama dengan biaya administrasi WNA menjadi WNI,” ucapnya.

Unit kerja Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia ini juga mengusulkan penambahan tiga poin penting yang terdapat di dalam Kartu Diaspora yang sudah diluncurkan oleh pemerintah pada Selasa (22/8/2017).

Freddy menjelaskan tiga poin penting itu adalah tersedianya nomor induk, rekening bank, dan pengenalan terhadap Indonesia. Tiga poin ini akan diperjuangkan Ditjen AHU Kemenkumham agar bisa masuk di  dalam Kartu Diaspora.

Hal itu bertujuan untuk mengatasi permasalahan bagi anak kawin campur yang terlambat memilih menjadi WNI ketika sudah berusia 21 tahun. Semisal, saat anak kawin campur tersebut sedang bersekolah di luar negeri dan akhirnya terlambat memilih menjadi WNI saat berusia 21 tahun.

Permasalahan itu dapat diatasi dengan cara orang tua anak  kawin campur itu membawa surat perwakilan untuk mengajukan permohonan menjadi WNI ke Ditjen AHU. Supaya  anak kawin campur tidak kehilangan status WNI-nya. Selain itu sudah ada kemudahan lainnya mengatasi masalah tersebut menggunakan aplikasi Kewarganegaraan Online yang terdapat di AHU Online. “Aplikasi itu juga memudahkan anak kawin campur mendapatkan status WNI-nya,”ujarnya. Wan