Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota, Bogor‎ – Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang diproduksi oleh salah satu Pondok Pesantren diwilayah Kecamatan Mega Mendung, Kabupaten Bogor menuai pertanyaan. Pasalnya,  dalam melakukan kegiatan produksinya diduga tidak mengantongi izin dari pihak terkait.

Adanya dugaan tersebut terindikasi setelah ditemukannya sejumlah ‎air minum kemasan gelas dalam Dus tidak tertera adanya nomor pendaftaran berupa deretan angka yang biasa dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Begitu juga pada logo ataupun lebel sertifikasi halal yang dikeluarkan olah Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun tidak ada, yang ada hanya tertera tanggal batas masa berlaku yang tercantum diatas tutup kemasan gelasnya saja.‎

P‎arahnya lagi, selain tidak ada ijin produksi air kemasan gelas yang ber merk Air Ekstra Kualitas (AEK) ini, ternyata sudah diedarkan kepasaran oleh pihak ponpes. Padahal, jika melihat kembali pada Dusnya tampak begitu jelas sebuah cap/stempell bertuliskan “Sementara Untuk Kalangan Sendiri”.‎

Salah seorang pemilik warung kopi diwilayah caringin Abah, merasa kaget. Lantaran baru tau jika air minum kemasan gelas merk AEK  yang suka dibeli dari toko/glosir dikawasan setempat ternyata tidak memiliki ijin edar.

“Jujur, baru tau sekarang kalau air minum kemasan yang suka saya beli‎ ini ternyata tidak berijin dan itu pun tau setelah melihat pada Dusnya tidak ada logo hala MUIl dan nomor ijin BPOM seperti biasanya, “Ujarnya.

Melihat masalah ini, jelas pihak Ponpes telah melanggar aturan yang ada karena tidak melakukan kewajibannya sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 69 Tahun 1999 Tentang Lebel dan Iklan Pangan.

Dimana, dalam aturan tersebut dijelaskan, setiap produk makanan dan minuman yang akan dijual diwilayah Indonesia baik itu produk Lokal maupun Impor wajib didaftarkan dan mendapat nomor pendaftaran dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) terlebih dahulu sebelum diedarkan dipasaran. (Kontributor *Agus)‎
‎‎