Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Bogor, Redaksikota.com – Adanya pungutan uang daftar bagi para pedagang musiman yang berjualan di Pasar Cikereteg, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, menuai kecaman dari sejumlah tokoh pemuda. Salah satunya datang dari tokoh pemuda KNPI Kecamatan Caringin, Mulyadi.

Menurutnya, biaya pendaftaran yang diminta pengelola pasar terhadap pedagang musiman, termasuk kedalam kategori pungutan liar (Pungli) dan harus diberikan tindakan tegas.

“Ini tidak boleh dibiarkan, jajaran direksi PD Pasar Tohaga harus mengambil tindakan tegas kepada oknum pengelola Pasar Cikereteg,” kata Mulyadi yang akrab dipanggil Damuy ini kepada wartawan. Senin (11/5/2020).

Diterangkannya, meski dalam pengakuan Kepala Unit Pasar Cikereteg, keberadaan para pedagang musiman bagian dari potensi selama bulan ramadhan sesuai instruksi PD Pasar Tohaga, dirinya menyayangkan sikap pengelola pasar yang mengizinkan para pedagang musiman itu mangkal dan berjualan di lokasi bukan tempatnya, yakni di pintu masuk pasar.

“Kalau memang mereka berjualan dipintu masuk, apa tidak mengganggu para pengunjung pasar, pastinya mengganggu kan. Belum lagi kendaraan yang keluar masuk pasar, dipastikan arus lalu lintas juga menjadi terhambat,” ungkap Wakil Ketua Bidang Kebijakan Publik KNPI Kabupaten Bogor ini.

Harusnya, kata Mulyadi, pihak pengelola pasar mengkaji lebih dalam saat memberikan izin berjualan kepada para pedagang musiman, terutama penempatan tempat berjualan mereka. Hal tersebut supaya tidak berdampak pada terganggunya pengunjung dan arus lalu lintas.

“Jangan karena uang 300 ribu, lalu para pedagang musiman itu ditempatkan dimana saja untuk berjualan,” jelas Damuy.

Mulyadi sendiri menyakini, selain dari pungli terhadap pedagang musiman, dipastikan ada pungutan sama lainnya yakni terhadap para pedagang kaki lima (PKL) yang berada persis didepan Pasar Cikereteg. Sebab, keberadaan PKL yang berada di bahu Jalan Cikereteg, semakin marak dan terkesan ada pembiaran.

“Kalau tidak ada pungutan, mana mungkin para PKL berani membuka lapaknya depan pasar dan bahu jalan,” imbuhnya.

Terpisah, salah seorang warga Desa Ciderum, Latif menyatakan banyaknya PKL di lokasi Pasar Cikereteg, baik di pintu masuk maupun didepan pasar, menjadi biang kemacetan arus lalulintas di jalan yang menghubungkan ke wilayah Ciawi hingga Puncak Cisarua. Mengingat, para pedagangnya berjualannya dibahu jalan.

“Bagaimana tidak macet, tempat berjualannya saja berada di bahu jalan. Dan anehnya, tidak ada penertiban sama sekali dari pihak terkait, walaupun sudah jelas melanggar,” tuturnya.

Agus S/Setya