MT Mahagoni Banda
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

BATAM, Redaksikota.com – Kapal perang milik TNI AL diduga menabrak kapal tanker mitra Pertamina, MT Mahogani Banda di perairan Batam, Sabtu (26/1/2019) pukul 02.00 waktu setempat.

Informasi yang berhasil dihimpun, pada hari itu, kapal MT Mahogani Banda sedang jangkar (anchor) di perairan Batam untuk menunggu antrian menuju Terminal BBM Tanjung Uban, Batam. Perintah jangkar tersebut dikeluarkan petugas pelabuhan antri menunggu giliran pengisian BBM milik Pertamina.

Nah, pada sekitar pukul 02.00 terjadi benturan yang menimpa lambung kapal Mahogani Banda. Ini membuat kru panik. Beberapa menit kemudian, benturan kembali terjadi dan mengenai depan kapal. Benturan yang lebih keras ini membuat kerusakan yang cukup parah,” terang juru bicara MT Mahogani Banda, Leo Shendy saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Minggu (10/02/2019).

Dijelaskan, karena kerusakan itu akhirnya Pertamina mengambil keputusan off hire atau tidak membayar sewa harian. “Namun dibolehkan perbaiki untuk melanjutkan pelayaran,” tambahnya.

Saat melakukan pelayaran pada Sabtu (09/02/2019) di Perairan Barat Pulau Nipa, KRI Silea dengan nomor lambung 858, melalui saluran radio memanggil MT Mahogani Banda untuk melakukan pemeriksaan.

“Setelah diperiksa dan kami yakin semua persyaratan administrasi perkapalan kami lengkap, tapi MT Mahogani Banda diminta ikut KRI ke Dermaga Lanal Batam. Kini Capten MT Mahogani Banda, Andhi Satria ditahan,” ujarnya.

Disebutkan, pihaknya sudah menghubungi kru MT Mahogani Banda dan berdasarkan penjelasan Andhi Satria penahanan itu dilakukan lantaran mereka menjalankan perintah atasan.

“Ini agak aneh, kami ditabrak dan kami yang ditahan. Mohon pimpinan TNI AL mengusut kasus ini secara fair dan tuntas,” pungkasnya. (noe)