Transformasi Polri Berbuah Kepercayaan 78%, Habib Syakur Serukan Kritik yang Objektif

Habib Syakur
Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid.
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Jakarta – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi, memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian kinerja Kepolisian Republik Indonesia sepanjang tahun 2025 sebagaimana dipaparkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam rilis akhir tahun.

Menurutnya, capaian Polri yang berhasil masuk tiga besar lembaga negara paling dipercaya publik versi Litbang Kompas serta menempati posisi pertama untuk lembaga penegak hukum dengan tingkat kepercayaan mencapai 78,2 persen merupakan prestasi luar biasa sekaligus bukti nyata transformasi Polri yang semakin profesional, humanis, dan akuntabel.

Bacaan Lainnya

Habib Syakur menegaskan, capaian ini tidak muncul secara instan, melainkan buah dari komitmen, pembenahan internal, transparansi, serta keseriusan Polri dalam menjawab kritik publik, memperbaiki pelayanan, dan meningkatkan kualitas penegakan hukum yang berkeadilan.

“Ini menandakan Polri benar-benar bergerak dari sekadar institusi penegak hukum menjadi penjaga kepercayaan rakyat. Publik melihat kerja, bukan sekadar janji,” ujarnya, hari ini.

Ia menyebut, memasuki tahun 2026, Indonesia membutuhkan suasana kebangsaan yang semakin dewasa, matang, dan konstruktif. Polri, kata Habib Syakur, sudah menunjukkan arah perubahan tersebut lebih responsif, profesional, dan tidak reaktif terhadap tekanan opini.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk ikut berubah, tidak gampang baper, tidak selalu mengedepankan logika “no viral no justice”, dan tidak menjadikan media sosial sebagai palu hakim atas setiap persoalan.

Menurutnya, keadilan harus ditegakkan melalui proses hukum yang benar, bukan melalui tekanan opini publik. Dengan meningkatnya kepercayaan rakyat, Polri kini memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk menjaga konsistensi, memperkuat pelayanan publik, meningkatkan kualitas keamanan, serta memastikan hukum hadir secara berkeadilan bagi seluruh warga negara.

Habib Syakur juga meminta masyarakat untuk terus mendukung langkah-langkah pembenahan yang dilakukan Polri. Kritik tetap penting, namun harus disampaikan dengan objektif, proporsional, dan bertujuan memperbaiki, bukan menjatuhkan.

“Tahun 2026 harus kita mulai dengan semangat perubahan yang sehat. Polri sudah memberi contoh, sekarang giliran kita menjaga kepercayaan itu dengan kedewasaan sikap sebagai warga negara,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Habib Syakur menyampaikan optimisme bahwa Polri akan semakin kuat sebagai institusi modern, dipercaya publik, serta menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas nasional dan rasa aman masyarakat.

Pos terkait

Tidak ada produk.