Jakarta – Langkah tegas Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, dalam membenahi sistem pemasyarakatan nasional mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Namun, seruan evaluasi keras juga muncul agar perbaikan tak berhenti pada tataran wacana. Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI 98), Willy Prakarsa, mendesak agar Menteri Agus segera mencopot pejabat lapas dan imigrasi yang dinilai gagal menjalankan tugas.
“Kami meminta Pak Menteri Agus Andrianto untuk mencopot jabatan Kalapas, Karutan, Kakanwil hingga Kadiv Imigrasi dan Pemasyarakatan. Ini langkah evaluasi penting di tengah banyaknya kejadian viral di media sosial, mulai dari kericuhan Lapas Kelas IIA Baubau di Sulawesi Tenggara, kerusuhan di Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti di Musi Rawas, Sumatera Selatan, hingga aksi penyelundupan narkoba di Lapas Banyuwangi,” tegas Willy Prakarsa, Sabtu (28/6).
Menurut Willy, berbagai insiden yang muncul belakangan ini mencoreng wajah pemasyarakatan yang seharusnya menjadi tempat pembinaan yang humanis dan efektif. Ia menilai tidak ada lagi ruang toleransi bagi pejabat yang lalai mengawasi wilayah kerjanya.
“Lapas harus menciptakan sistem pemasyarakatan yang humanis dan efektif. Kejadian-kejadian viral seperti ini tidak bisa ditolerir,” ujar Willy.
JARI 98 juga menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Menteri Agus yang menginstruksikan seluruh Kepala Lapas di Indonesia rutin melakukan razia handphone sebagai upaya memutus komunikasi jaringan kriminal dari dalam penjara. Willy menilai ultimatum pencopotan jabatan bagi yang abai menjalankan instruksi adalah bentuk ketegasan yang memang dibutuhkan.
“Kami mendukung langkah Pak Menteri memberikan ultimatum kepada Kalapas agar rutin melakukan razia handphone. Kalau diabaikan, harus dicopot. Tidak ada kompromi,” tegasnya.
Lebih jauh, Willy memuji langkah progresif Menteri Agus, yang dinilainya benar-benar menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam reformasi pemasyarakatan, termasuk rencana pembangunan lapas di pulau-pulau terpencil sebagai strategi memutus kendali jaringan narkoba dari dalam penjara.
“Pak Agus menjalankan arahan Presiden secara nyata, bukan hanya simbolis. Pembangunan lapas di pulau terpencil itu strategi jitu memutus jaringan narkoba dari dalam penjara. Jajaran di bawahnya wajib patuh. Kalau tidak, copot!” kata Willy.
JARI 98 menegaskan komitmennya mengawal terus proses reformasi pemasyarakatan agar berjalan konkret dan berpihak pada prinsip keadilan. Willy menegaskan masyarakat saat ini tidak butuh jargon semata, melainkan aksi nyata.
“Masyarakat butuh aksi, bukan jargon. Dan Pak Agus menunjukkan itu,” tutupnya.






