Ikrar Eks Napiter Kembali ke NKRI bersama Polda Kaltara, Komitmen Deradikalisasi & Cegah Terorisme

IMG 20240303 WA0007

Tarakan – Kegiatan deradikalisasi digelar dalam rangka pencegahan dan penanggulangan paham radikal intoleran dan terorisme di Wilayah Polda Kaltara mengusung tema merajut kasih kepelukan ibu pertiwi.

Kegiatan ini bertujuan mereduksi penyebaran ideologi berbasis kekerasan ini, pemerintah terus berupaya melibatkan banyak pihak serta membangun kesadaran kolektif masyarakat.

Bacaan Lainnya

Hal yang tak kalah penting dari itu semua adalah memutus rantai paparan permahaman-pemahaman menyimpang sehingga ideologi itu tidak tersebar, tidak mempengaruhi generasi, serta tidak mengancam integrasi/persatuan bangsa, keterlibatan pihak-pihak internal maupun eksternal untuk memastikan kegiatan ini mendapatkan hasil maksimal mengingat keberhasilan kegiatan ini dapat membagun keharmonisan bangsa dan mereduksi penyebaran dari paham radikalisme dan terorisme.

Dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Forkopimda Kota Tarakan, serta Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prov. Kaltara, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Muda Kota Tarakan, Pengurus PMII Kota Tarakan, Ketua HMI Kota Tarakan, Pemuda Ansor Kota Tarakan, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kota Tarakan, Ketua BEM Universitas Borneo Tarakan, pengurus BEM PPKIA Kota Tarakan, Ketua LPADKT-KU Kota Tarakan, Pengurus DPC PUSAKA Kota Tarakan, Ketua OSIS SMA Muhammadiyah Tarakan, Ketua OSIS MAN.

Dan rangkaian kegiatan tersebut adanya pemberian materi dari Satgas Wilayah Kaltara Densus 88 AT Polri dan juga eks napiter yang menjelaskan tentang pengalaman histori proses perekrutan dan masuknya paham-paham yang menyimpang agar para pemuda dapat melakukan cegah dini sehingga tidak terpapar, sekaligus pengucapan ikrar NKRI dari saudara FZ yang disumpah menggunakan Al-Quran, serta mencium dan hormat kepada bendera sang merah putih menyatakan bahwa telah kembali kepangkuan ibu pertiwi. Sebab pengucapan Ikrar Setia kepada NKRI tidak bisa dipaksakan karena kesadaran itu harus muncul dari diri mereka sendiri.

Menurut Kasatgas Wilayah Kaltara Densus 88 AKBP I Nyoman Suparsa, kegiatan sosialisasi seperti ini penting dilakukan khususnya di wilayah Kaltara. Meski tidak ada aksi radikalisme dan terorisme yang terjadi secara langsung namun pihaknya terus melakukan upaya pencegahan.

“Untuk Kaltara sejauh ini aksi radikalisme hanya sebatas penyimpangan paham, akan tetapi telah ditindak sesuai aturan dan hukum yang berlaku. Tercatat ada empat kasus yang telah diungkap Kaltara sejak tahun 2020 diantaranya di Bulungan Tarakan dan Sebatik.” tegasnya.

Direktur Intelkam Polda Kaltara melalui Kanit Subdit Kamneg AKP Sonny Tandisau, S.I.K menjelaskan pencegahan paham radikalisme tidak hanya dilakukan di dunia nyata namun juga menyasar ke dunia maya.

“Pemanfaatan akses internet oleh para penyimpang paham terus dilakukan dengan cara memblokir konten-konten yang diduga menyimpang dan membahayakan khususnya bagi generasi muda, diharapkan dengan kegiatan seperti ini paham-paham yang menyimpang dan juga paham yang bertujuan memecah belah bangsa dapat diatasi,” tuntas Sonny. (3/3/2024).

Pos terkait