Budayawan Lesbumi NU DKI Pertanyakan Urgensi Petisi Civitas Akademika Kritisi Presiden Jelang Pemilu

WhatsApp Image 2024 02 08 at 21.49.19 jpeg

Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PWNU DKI Jakarta, H. Ahmad Yusuf, menyuarakan keprihatinan terhadap berbagai upaya yang dilakukan oleh pihak-pihak yang mungkin merasa tertekan jelang Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2024. Menurutnya, banyak taktik yang digunakan untuk merusak reputasi pasangan calon presiden dan wakil presiden yang memiliki peluang besar untuk memenangkan pemilu tersebut.

“Saya perhatikan sekarang ini banyak jurus yang dipakai,” kata Yusuf, Kamis (8/2/2024).

Bacaan Lainnya

Dia menyoroti beragam strategi yang digunakan, mulai dari isu-isu seperti mahkamah keluarga, dinasti politik, bantuan sosial, hingga pemakzulan terhadap Presiden Jokowi. Lebih lanjut, Yusuf juga menekankan adanya kritik yang muncul secara dadakan dan serentak dari civitas akademika terkait proses demokrasi menjelang Pilpres 2024.

Namun semua ini tak mampu membuat efek yang berarti, menyusul tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencapai 80 persen dan merupakan rekor kepuasan tertinggi.

“Nah sekarang sudah mulai pakai ayat, kayak waktu Pilgub Jakarta. Jadi segala macam hal akan dilakukan untuk jangan sampai pencoblosan terjadi,” tambah Yusuf.

Yusuf menambahkan, fenomena bahwa protes yang belakangan muncul, terjadi ketika ada capres yang mengalami anjlok atau rendahnya hasil survei menjelang Pilpres 2024. Pasalnya jauh sebelumnya dan hingga saat ini proses demokrasi sedang berjalan dengan baik-baik saja.

Hal itu nampak dari adanya ada proses kampanye hingga pemasangan berbagai macam spanduk di setiap jalan dan tempat lainnya menjelang Pilpres 2024.

“Kenapa pada muncul protes sana sini karena rating nya kalah. Gara-gara surveinya rendah maka muncullah protes dengan berbagai hal,” tambahnya.

Diketahui, saat ini segelintir civitas akademika dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, secara dadakan dan serentak menggemakan kritik terhadap kondisi politik dalam negeri. Hal itu dilakukan dengan mengumandangkan petisi dan keprihatinan kampus, menyebutkan ada banyak tindakan menyimpang yang terjadi di pemerintahan Presiden Joko Widodo. Budayawan, Lesbumi NU DKI,

Pos terkait