Rekan Sesama UI Desak Melki Sedek Bertobat, Minta Maaf Secara Terbuka

IMG 20240131 WA0104

Depok – Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa UI 2023 Bonanza Sitorus, menyesalkan masih ada pihak yang pede memberikan panggung terhadap Ketua BEM UI nonaktif (yang sudah demisioner juga) Melki Sedek Huang yang jelas berdasarkan pemeriksaan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UI bersalah melaukan kekerasan seksual.

Jadi memberikan ruang lebar kepada Melki tampil bak manusia setengah dewa di depan publik berbicara berbagai hal mengatasnamakan kepentingan bangsa, di sisi lain memiliki cacat moral lantaran melakukan pelecehan seksual sama saja menyetujui perbuatan pelecehan seksual.

Bacaan Lainnya

“Kenapa saudara Melki ini road show mengadvokasikan isu tampil di depan publik sementara dirinya waktu itu sedang dalam pemeriksaan Satgas, saya juga prihatin terhadap ketua-ketua BEM universitas lainnya UGM, Unpad dan Paramadina kenapa memberikan ruang kepada Melki,” tegas
Bonansa di Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Rabu (31/1/2024).

Bonanza menilai penampilan Melki bak pahlawan kesiangan di depan publik adalah ironis, mengingat cacat moral yang melekat padanya akibat perbuatan pelecehan seksual.

Jadi, baginya, Melki Sedek sudah tidak pantas diberikan tampil di ruang publik untuk berbicara mengatasnamakan untuk kemaslahatan. Bahkan hak-haknya berbicara di ruang publik harus dicabut, hal ini juga sejalan dengan banyaknya iternal mahasiswa UI yang mengecam sikap Melki.

“Sebenarnya tidak pantas tampil di publik saat proses pemeriksaan, apalagi sekarang sudah terbukti pelaku. Melki ini nampaknya tidak mengindahkan apa yang dia perjuangkan. Internal UI ini mengecam tindakan Melki,” ujar Bonanza.

Bonanza mendesak Melki Sedek untuk segera bertobat, meminta maaf secara terbuka, serta intropeksi diri mengurus moralnya, ketimbang tampil di hadapan publik bak pahlawan kesiangan atasnama kemaslahatan.

“Kami sekali lagi mendesak Melki urus dulu moralnya dalam masalah pribadinya dan kita tentunya prioritaskan pemulihan hak-hak korban. Lebih baik mengurus dirinya lagi sebelum mengurus hal-hal yang lain,” tutup Bonanza.

Pos terkait