Deklarasi Pemilu Damai, Pesta Demokrasi Tentram Tanpa Politik Uang & SARA

IMG 20231222 WA0016

TANJUNG SELOR – Jelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak Tahun 2024, seluruh masyarakat diminta untuk merapatkan barisan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Kaltara. Deklarasi Pemilu Damai yang digelar di Hotel Pangeran Khar, Kamis (21/12) sekaligus untuk memastikan dukungan semua pihak untuk pelaksaanaan pemilu damai.
Asisten I bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Kaltara, Datu Iqro Ramadhan, S.Sos., M.Si mewakili Pemprov Kaltara berharap melalui deklarasi damai, seluruh tokoh dan masyarakat Kaltara mendukung pelaksanaan Pemilihan Presiden, Pemilihan Kepala Daerah serentak maupun Pemilihan Legislatif sesuai dengan aturan.

“Diharapkan berjalan dengan damai. Jadi, hal yang biasa berbeda pendapat di dunia demokrasi, tetapi tujuan kita bersama membangun Kaltara,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Dalam deklarasi damai yang diikuti organisasi masyarakat (ormas), tokoh masyarakat maupun Polda Kaltara, Korem 092 Maharajalila dan Pemprov Kaltara ini, diharapkan juga bukan hanya kegiatan seremonial. Namun, dilaksanakan dengan baik di masyarakat.

Selain mendeklarasikan pemilu damai melalui pembacaan ikrar, seluruh peserta yang hadir juga turut menandatangani ikrar pemilu damai.

“Jadi, bukan hanya seremonial, tetapi diterapkan dan diikuti masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kaltara H. Abd Djalil Fatah, S.H. M.M., melalui Sekretaris , Alwan Saputra mengungkapkan sebagai forum yang menaungi semua etnis di Kaltara, pihaknya juga aktif memastikan pelaksanaan pemilu berjalan damai.

“Terutama politik sara, kami yang membauri semua etnis memastikan bagaimana para tokoh yang ada di forum ini bisa memberikan penjelasan kepada masyarakat umum. Sehingga pelaksanaan pemilu berjalan aman, damai dan tentram,” ungkapnya.

Deklarasi ini diucapkan secara lisan, diungkapkan dalam hati dan diterapkan dalam kegiatan keseharian. Menurutnya, sangat penting kesepahaman dengan para kepala antar etnis ini dilakukan melalui deklarasi damai.

Ia pun menghimbau kepada masyarakat agar menyongsong pemilu ini dengan riang gembira dan tidak membuat rumit demi pembangunan di Kaltara.

Alwan mengajak masyarakat untuk menyongsong pemilu yang dilaksanakan 5 tahun sekali untuk memberikan teladan kepada pemilih agar memberikan hak pilihnya secara baik dan bersih.

“Kami harapkan juga semua calon tidak menggunakan politik uang. Jadi ini memberikan pelajaran baik untuk masyarakat yang memilih. Nanti kami juga akan memberikan pemberitahuan dan teladan kepada seluruh pemilih untuk memberikan hak suaranya dengan bersih,” tandasnya.

Ia berharap pemilih bisa cerdas memilih calon presiden, calon kepala daerah, calon legislatif dan calon perseorangan DPD yang memang terbaik.

“Tidak melihat latar belakang etnis, agama maupun politik uang dan sebagainya. Satu suara kita itu sangat menentukan masa depan bangsa dan negara. Kami himbau jangan mempolarisasi kepentingan suku, agama dalam jangka pendek, tetapi harus demi kepentingan yang lebih besar. Calon dari manapun partainya akan memberikan kebijakan yang terbaik untuk masyarakatnya,” tegas Alwan.

Pos terkait