Koordinator Satgas JARI 98 Dorong Laporkan Oknum Wartawan Pemeras di Lapas & Rutan, Ambon : Mereka Kerja Diluar Etik Jurnalistik!

IMG 20231212 WA0031

Tangsel – Koordinator Satgas Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI 98) Hairil Anwar mengaku miris dengan kelakuan pihak-pihak yang diduga sebagai oknum wartawan melakukan pemerasan dengan cara menakut-nakuti. Hal ini membuat banyak pihak mengaku resah.

Menyoroti isu yang berkembang tersebut, Hairil berpesan kepada semua pihak untuk mewaspadai adanya oknum yang diduga kerap melakukan pemerasan.

Bacaan Lainnya

Termasuk para Kalapas dan Karutan yang ada di seluruh Indonesia untuk ekstra waspada pada oknum yang menakut-nakuti dengan ekspos isu pungli maupun narkoba didalam Lapas atau Rutan.

“Jika dirasa hal tersebut tidak benar, PWI harus mengambil tindakan tegas pada oknum wartawan. Dan jangan segan-segan buat laporan resmi ke pihak Kepolisian untuk efek jeranya,” tegasnya, hari ini.

Menurutnya, pihaknya sudah mendapat banyak informasi yang beredar di lapangan, dan tentunya pihakmya akan lakukan monitoring kebenaran tersebut dan siap bela dan dukung Kalapas dan Karutan yang ada di seluruh Indonesia.

“Jangan segan-segan lawan oknum-oknum Wartawan bodrex tersebut. Laporan Polisi perlu, sebab hal ini berkaitan dengan alat bukti, harus ada yang melapor,” kata pria yang akrab disapa Ambon.

Dia menambahkan bahwa jika ada orang mengaku wartawan yang meminta uang, bahkan memeras. Berarti orang tersebut telah bekerja di luar etik jurnalistik. Oleh sebab itu, bagi institusi maupun masyarakat yang merasa dirugikan oleh wartawan seperti ini, silakan melapor.

“Jika ada yang meminta-minta, apalagi memeras. Itu masuk praktik jurnalistik yang tidak etis. Artinya dia melanggar kode etik. Maka bisa dilaporkan ke Dewan Pers. Kalau bukan wartawan, maka bisa dikategorikan penipuan dan pencemaran profesi wartawan. Jadi masyarakat yang jadi korban, silahkan melapor ke polisi,” pungkasnya.

Pos terkait