Sekber Relawan Ganjar-Mahfud di Kemuning Jakarta Timur Diresmikan, Siap Kawal Pesta Demokrasi

IMG 20231207 WA0020

Jakarta – Demokrasi adalah salah satu produk reformasi 1998 yang harus tetap dijaga dan dirawat. Demokrasi yang inklusif yang dimaksud adalah adanya prinsip untuk kebaikan bersama (common good) dan partisipasi aktif warga negara (political participation).

Masyarakat harus didorong aktif mengontrol jalannya proses demokrasi dengan aturan yang berpijak pada undang-undang, penyelenggaraan yang imparsial (tidak memihak).

Bacaan Lainnya

Sehingga demokrasi substantif melalui pemilu diharapkan melahirkan kualitas anggota parlemen, kepala daerah, presiden dan wakil presiden yang berintegritas (jujur, beretika), mumpuni.

Demikian yang disampaikan Ketua Presidium Nasional Jaringan Kerja Akar Rumput Bersama Ganjar (Jangkar Baja), I Ketut Guna Artha (Igat) dalam acara Konsolidasi dan Pemantapan Relawan Ganjar – Mahfud Wilayah Jakarta Timur yang bertempat di Kemuning Kelurahan Utan Kayu Utara Kec. Matraman Jakarta Timur (5/12/2023).

Lebih lanjut Igat yang juga sebagai Jubir Tim Pemenangan Nasional Ganjar Mahfud (TPN GM) mengingatkan pentingnya edukasi politik harus disuarakan secara terus menerus sebagai gerakan civil society baik oleh praktisi hukum, aktifis pro demokrasi, akademisi, budayawan dan mahasiswa sebagai pengingat kewajiban menjaga undang-undang dan konstitusi.

“Walaupun putusan Mahkamah Konstitusi (MK) bersifat final dan mengikat namun karena vonis pelanggaran berat etik yang dijatuhkan kepada Ketua MK logika hukumnya adalah produk putusan MK adalah “cacat hukum”.” tegas Igat.

“Sehingga jika rakyat ingin kembali tegaknya konstitusi maka tindakan yang paling mudah dilakukan oleh rakyat adalah dengan tidak memilih pasangan yang cacat hukum,” sambungnya.

Ia juga menyoroti soal debat capres-cawapres yang akan jadi sarana pemilih pemula untuk membandingkan kualitas pilihannya.

“Kualitas kepemimpinan bukan saja dari integritas dan rekam jejak kinerja namun panggung debat capres cawapres akan menjadi media rakyat terutama bagi pemilih yang belum menentukan sikap (undicided voters), pemilih yang bisa berubah pilihan (swing voters) dan pemilih pemula membandingkan kualitas capres cawapres sebelum menjatuhkan pilihannya,” ungkapnya.

Igat juga menekankan pentingnya politik yang berkualitas untuk menegaskan kapabilitas masing-masing calon.

“Pentingnya politik kreatifitas dalam membranding capres cawapres Ganjar Mahfud sesuai segmen pemilih yang disasar. Artinya selain kapabilitas capres cawapres Ganjar Mahfud yang kaya gagasan, metode kampanye melalui kreatifitas seni, budaya, olahraga, dll hingga. menyentuh akar rumput tak boleh dikesampingkan,” lanjut Igat.

Ia pun menegaskan kepada relawan Ganjar-Mahfud agar mengoptimalkan berbagai media untuk kampanye. Termasuk untuk tidak terjebak narasi kompetitor.

“Kemudian seluruh relawan Ganjar Mahfud juga kami harapkan optimalisasi ruang udara berbagai media termasuk media sosial dengan waktu masa kampanye yang singkat. Tetap melakukan kampanye door to door, mengetuk pintu dari rumah ke rumah seperti pesan capres kita Mas Ganjar,” sahutnya.

“Kita tak boleh lagi terjebak dengan narasi yang dibangun pihak kompetitor. Karena sejumlah lembaga survey pun telah merangkap menjadi timses. Pihak kompetitor diuntungkan oleh posisi pak Jokowi yang masih menjabat presiden. Itu adalah fakta,” imbuh dia.

Ia pun menyoroti netralitas intrumen negara yang kini menjadi isu hangat. Menurut dia, tim harus pastikan bahwa dana apapun yang digelontorkan negara bukan merupakan tindakan suap.

“Netralitas instrumen negara dan program jaring pengaman sosial yang bersumber dari APBN yang infonya akan digelontorkan di akhir masa kampanye harus diawasi. Pastikan itu bukan tindakan suap untuk membeli suara rakyat karena itu memang haknya rakyat miskin atas hadirnya negara, bukan barter meminta mandat untuk berkuasa,” tegas Igat.

“Disinilah pertarungan nurani terjadi. Relawan yang tidak siap akan takluk dengan iming-iming. Kami yakin dan percaya bahwa yang bertahan hingga saat ini adalah relawan Ganjar Mahfud yang pantang menyerah dan tak mengeluh. Yakinlah dengan kekuatan gotong royong dan kemampuan kita mengedukasi rakyat akan berbuah kemenangan Ganjar Mahfud 2024,” tandas Igat.

“Kita harus berhasil meyakinkan rakyat bahwa jika salah menentukan pilihan tanpa mempertimbangkan nalar logika, mengesampingkan rekam jejak capres cawapres, mengabaikan sejarah masa lalu maka kerusakan yang lebih hebat akan terjadi. Kita akan kembali ke jaman kegelapan demokrasi, rezim otoriter. Itulah alasan mengapa Ganjar Mahfud harus diperjuangkan untuk menang ,” pungkas Igat.

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh relawan Gaspol Ganjarian (Sekjen Rusli Sudin) Pakar Gama (Ketum Gus Sholeh Mz), Bagansa (Ketum Mopa MP) dan WLJ For Ganjar (Ketum Imam Subagyo).

Acara Konsolidasi dan Pemantapan Relawan Ganjar – Mahfud Wilayah Jakarta Timur tersebut disemarakkan oleh kehadiran narasumber nasional yakni budayawan dan politisi senior, Ketua Umum Gerakan Bhinneka Nasionalis (GBN), Eros Djarot sekaligus didaulat oleh Panitia untuk memotong tumpeng sebagai tanda resmi dibukanya SEKBER Relawan Ganjar-Mahfud di Jalan Kemuning Jakarta Timur.

Acara ini didahului dengan beberapa sambutan, Gus Sholeh Mz sambutan selaku tuan rumah, Rusli Sudin prakata panitia dan Leo Siagian sambutan penasehat Pakar GaMa dan diakhiri makan malam dan foto bersama para peserta relawan Ganjar-Mahfud Wilayah Jakarta Timur dengan para tokoh dan narasumber.

Pos terkait