Sumpah Pemuda Menuju Indonesia Emas 2045

IMG 20231028 WA0077

Oleh:
Lukman Hakim
Kedai Ide Pancasila

Ketika para pemuda-pemudi dari seluruh penjuru nusantara berkumpul 95 tahun yang lalu, didasari atas kesatuan rasa dan tekad merdeka, menjadi tonggak kebangkitan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan 17 Agustus 1945, 17 tahun kemudian. Semangat dan ikrar pemuda waktu itu mampu membentuk semangat persatuan dan kesatuan perjuangan merebut kemerdekaan di tengah belenggu penjajahan. Sumpah Pemuda menjadi bagian yang sangat penting bagi tercapainya kemerdekaan bangsa Indonesia lepas dari penjajahan.

Bacaan Lainnya

Peristiwa Sumpah Pemuda 1928 berada pada situasi perjuangan lepas dari belenggu penjajahan. Adanya satu rasa senasib sepenanggungan di kalangan rakyat nusantara mengkristal menjadi satu tekad merebut kemerdekaan sebagai syarat untuk mencapai kesejahteraan umum dan keadilan sosial.

Pada hari ini 28 Oktober 2023, apakah situasi dan aura perjuangan serupa dengan padan masa 95 tahun lalu?

Data kependudukan 2023, dari total jumlah penduduk Indonesia 280 juta jiwa, ada sekitar 66,3 juta pemuda/pemudi usia 15-30 tahun yang merupakan bagian dari bonus demografi bersama 146, 6 juta angkatan kerja yang ada di Indonesia. Bonus demografi ini harus menjadi kekuatan perjuangan menuju Indonesia Emas 2045.

Tantangan di era digital sekarang ini adalah arus informasi yang begitu cepat menyebabkan adanya distorsi makna dan memungkinkan adanya proxy war. Penetrasi nilai-nilai yang dapat menggerogoti rasa kebangsaan dan persatuan terjadi setiap detik bahkan dengan cara dan rasa yang sangat halus sehingga tanpa kita sadari sudah dapat mengubah perilaku masyarakat terutama generasi muda. Potensi kekuatan inilah yang menjadi sasaran untuk dipeca-belah sehingga melemahkan kekuatan nasional dan menggagalkan Indonesia menjadi negara yang maju.

Dalam arus informasi yang sangat cepat sekarang ini akan mudah sekali nilai-nilai yang dapat menyulut perpecahan disebarkan melalui narasi-narasi di saluran-saluran media sosial. Terlebih pada saat ini bangsa kita sedang dalam situasi tahun politik yang sangat rentan terjadinya kerenggangan antar anak bangsa oleh karena perbedaan politik.

Potensi dan tantangan diatas sudah semestinya mampu menumbuhkan aura perjuangan dan persatuan seperti ketika Sumpah Pemuda 95 tahun lalu. Momentum elektoral (pemilu) 2024 harus dipakai sebagai momentum perjuangan menuju kemajuan bangsa Indonesia kedepan.

Terutama dalam pemilihan presiden dan wakil presiden 2024, bangsa ini, terutama kaum muda harus mampu menumbuhkan motivasi perjuangan yang sama dengan semangat pemuda 95 tahun yang lalu.
Salah satu caranya adalah tidak terpengaruh pada informasi yang belum jela atau hoaks. Tidak mudah terpenting dengan isu-isu SARA, politik identitas dan upaya-upaya untuk menumbuhkan sentimen perpecahan bangsa.

Terlibat dalam pemilihan presiden harus dipakai sebagai perjuangan untuk membangun Indonesia yang lebih baik, Indonesia yang bebas dari kemiskinan, Indonesia yang mandiri, Indonesia yang tangguh dan dihargai oleh bangsa-bangsa lain.

Kaum muda harus mampu melihat secara rasional berdasarkan kapasitas, track record dan visi serta misi para kandidat menuju Indonesia Emas 2045.

Salah satu alat ukur untuk memilih pemimpin nasional adalah Visi Indonesia Emas 2045, dengan 4 visi pembangunan yaitu Pembangunan Manusia serta Penguasaaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan, Pemerataan Pembangunan, serta Pemantapan Ketahanan Nasional dan Tata Kelola Kepemerintahan.

Visi Indonesia Emas membutuhkan kesatuan dan sinergisitas antara legislatif, eksekutif dan yudikatif sehingga mempunyai daya yang hebat dalam membangun pandai untuk Indonesia Emas. Untuk mengemban visi-visi tersebut dibutuhkan tokoh-tokoh yang mempunyai track record, pengalaman dan pengetahuan yang mumpuni, berintegritas dan komitmen pada penegakan hukum dna anti korupsi demi tercapainya kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Momentum pilres 2024 adalah momentum perjuangan bagi kaum muda Indonesia mengulangi momentum perjuangan Sumpah Pemuda 1928 menuju Indonesia Emas 2045.

Pos terkait