Banyak Kendala Hingga Hasil Tangkapan Menurun, Nelayan Tradisional Perairan Sebatik Kab Nunukan Harapkan Solusi & Pendampingan

IMG 20231009 WA0021

Kaltara – Potensi laut di Provinsi Kaltara sangat menjanjikan bahkan sering ditemukan hasil tangkap nelayan turut di distribusikan ke Tawau Malaysia tentunya hal tersebut mendatangkan keuntungan lebih bagi para nelayan.

Berbagai upaya dilakukan nelayan untuk memanfaatkan potensi ikan di perairan Nunukan baik memasang pukat tradisional maupun mendirikan bagang ditengah laut.

Namun ditahun ini kendala yang dihadapi para nelayan di sebatik masih ditemukannya aktivitas kapal nelayan menggunakan pukat trawl dimana aktivitasnya berada di kurang dari 2 mil dari garis pantai bahkan ditemukan nelayan pukat trawl beraktivitas di dekat bagan milik nelayan. Aktivitas nelayan trawl tersebut cukup memberikan dampak dimana hasil tangkap nelayan tradisional berkurang.

Keberadaan nelayan rumput laut juga menjadi permasalahan dimana keberadaannya yg berada hampir disetiap garis pantai sebatik nunukan menyebabkan area penangkapan nelayan tradisional terbatas.

Nelayan tradisional perlahan mulai kehilangan tempat mereka untuk menangkap ikan sedangkan jika nelayan melakukan aktivitas dilaut dalam menuju ke arah laut sukawesi, spek kapal yang dimiliki belum mumpuni.

H. Masjidil selaku Ketua Kelompok Nelayan Tani Andalan (KNTA ) Kec. Sebatik Timur Kab. Nunukan mengungkapkan beberapa permasalahan lain yaitu pertama, sulitnya nelayan memperoleh BBM jenis solar maupun jenis premium. Sehingga tidak menampik jika beberapa nelayan memanfaatkan BBM yang diselundupkan dari Tawau Malaysia.

Lebih lanjut, permasalahan yang kedua, ia mengungkapkan adanya kebijakan dari pemerintah terkait pemanfaatan kayu nibung sebagai material mendirikan bagan ikan. Beberapa temuan nelayan terdapat oknum masyarakat yang mengirim kayu nibung ke nelayan Pulau Samporna Malaysia dengan nilai jual mencapai puluhan juta.

“Sehingga perlu kiranya dilakukan penindakan hukum dan hasil dari sitaan kayu nibung tersebut dapat diberikan kepada nelayan sebatik untuk dimanfaatkan mendirikan bagan ikan di Sebatik.” ungkapnya.

Yang ketiga, ia melihat masih ditemukannya keberadaan nelayan dari Malaysia yang melakukan aktivitas pengeboman diperairan Sebatik.

“Kami berharap ada perhatian yang diberikan kepada petani perkebunan di Sebatik untuk mendapatkan kuota khusus pengambilan solar, sebab dalam pengolahan lahan pertanian menggunakan alat yang menggunakan BBM solar. Kami juga berharap dari pemerintah provinsi memberikan sosialisasi pendampingan dalam pengurusan izin kapal.” pungkasnya.

Pos terkait