Tim Pengabdian UNNES Dampingi Penyusunan Perangkat Pembelajaran Inovatif Berbasis PTK untuk Kembangkan Profesi Pendidik di SD

IMG 20230901 152743

Semarang – Upaya meningkatkan kompetensi pendidik dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai berbagai pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan di kelas untuk mencari solusi dari berbagai masalah pembelajaran di kelas. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran. Melihat hal tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Semarang yang terdiri dari Dr. Kristina Wijayanti, M.S., Prof. YL. Sukestiyarno, Ph.D., Prof. Dr. Kartono, M.Si., Prof. Dr. St. Budi Waluya, M.Si., Dr. Putriaji Hendikawati, M.Pd., M.Sc. berkolaborasi dengan para guru dari tiga SD yang tergabung dalam Yayasan Penyelenggaraan Ilahi Indonesia (YPII) berupaya untuk mengatasi permasalahan yang terjadi di kelas.

Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru kelas dalam merancang perangkat pembelajaran yang inovatif sehingga dapat mengatasi permasalahan pembelajaran yang dialami guru dikelasnya. Rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan sejak bulan Mei dan berlanjut sampai dengan September 2023.

Bacaan Lainnya

Materi yang disajikan oleh tim pengabdian kepada Masyarakat meliputi berbagai model pembelajaran inovatif, penyusunan perangkat pembelajaran inovatif, pentingnya assessment yang sesuai bagi siswa, dan penerapan perangkat pembelajaran yang disusun dalam bentuk penelitian tindakan kelas.

Pada kegiatan pembuka, Penanggungjawab YPII Kantor Cabang Semarang, Suster Teresa Nani Agustina, SDP menyampaikan akan pentingnya guru senantiasa menyegarkan dan mengasah pengetahuannya juga terus belajar demi peningkatan pembelajaran di kelas.

Lebih lanjut Suster Teresa Nani Agustina, SDP menyambut dengan antusias kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dan berharap melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan para guru untuk menyusun perangkat pembelajaran yang inovatif dan melaksanakan penelitian tindakan kelas sesuai dengan permasalahan yang dihadapi di kelasnya masing-masing.

Kolaborasi dari tiga sekolah dasar ini merupakan keuntungan bagi para guru untuk dapat saling menggali informasi dan permasalahan yang dialami siswa dari masing-masing sekolah sekaligus berdiskusi mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.

Tahapan kegiatan sosialisasi dan pendampingan telah dilaksanakan. Pengetahuan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran inovatif meningkat ditunjukkan dengan telah makin pahamnya para guru terhadap pentingnya penggunaan model, metode, media, dan assessment diagnostik yang diintegrasikan dalam modul ajar sebagai bagian dari perencanaan pembelajaran yang inovatif berbasis masalah yang dialami di kelas. Produk kegiatan ini adalah perangkat pembelajaran untuk diimplementasikan di kelas.

Dampak kegiatan ini tidak dapat dirasakan oleh siswa di SD Kebon Dalem secara instan, namun melalui pendampingan yang berkelanjutan, penerapan pembelajaran inovatif berbasis PTK akan dapat dirasakan pengaruhnya terhadap proses dan hasil belajar siswa.

Pos terkait