APIP Jambi Masih Terus Dorong PetroChina Evaluasi Pejabat Tingginya

PetroChina SKK Migas
Istimewa.

Redaksikota.com – Organisasi kemasyarakatan Aliansi Pemuda Intelektual Peduli Jambi (APIP Jambi) terus mendorong agar Petrochina International Jabung Ltd melakukan evaluasi terhadap salah seorang pejabat tinggi di perusahaannya, yang berinisial G.

Menurut mereka, ada persoalan cukup serius di dalam perusahaan tersebut yang bisa berdampak kurang baik ke depannya. Salah satunya adalah rekayasa tender pengadaan barang dan jasa.

Bacaan Lainnya

“Oknum berinisial G tersebut diduga telah merekayasa proses tender yang menyebabkan negara merugi hingga ratusan milyar rupiah,” tulis siaran pers APIP-JAMBI yang dikutip, Senin (17/7).

Beberapa aksi unjuk rasa telah ia lakukan, mulai dari aksi di SKK Migas dan kantor PetroChina di Jakarta pada hari Senin (19/6), hingga yang terakhir di depan Kedutaan Besar China pada hari Rabu (5/7).

Mereka meminta agar SKK Migas sebagai lembaga pemerintah yang memonitor kinerja PetroChina di Indonesia untuk ikut membantu melakukan audit forensik terhadap kinerja oknum pejabat berinisial G tersebut, termasuk lonjakan harta kekayaan pribadi yang dinilainya kurang masuk akal.

“APIP Jambi mendorong pimpinan PetroChina Indonesia melakukan audit dan meninjau ulang semua kontrak paying berjangka waktu tiga tahun, terkait proyek pengeboran di Jambi dan penyesuaian harga estimasi perusahaan tentukan yang dinilai tidak relevan untuk kontrak tiga tahun,” jelasnya.

Kemudian, APIP Jambi menyampaikan bahwa dorongan ini jika dilakukan, maka akan berdampak pada kinerja baik di perusahaan BUMN asal China itu.

“Ini langkah awal yang penting dalam pemberantasan korupsi dan menjalankan tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel. Meski dilakukan di lingkup internal perusahaan, tetapi bertujuan melindungi kepentingan masyarakat dan memastikan penegakan hukum yang berkeadilan,” paparnya.

Selain itu, persoalan adalah tentang dugaan pelanggaran K3 (Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan). Dimana ada sebuah insiden yang diindikasi merupakan bentuk kelalaian perusahaan dalam menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) hingga membuat karyawan mereka mengalami kecelakaan kerja.

Dalam statemennya, APIP Jambi juga memohon agar Dubes China untuk berkomunikasi langsung dengan petinggi kantor pusat PetroChina untuk mengatasi persoalan ini.

“Menyusul kecelakaan beruntun di area operasi PetroChina pada 18 Desember 2022 dan 10 Januari 2023,” ujarnya.

Disebutkan APIP Jambi, bahwa para korban adalah 8 (delapan) pekerja yang sedang memperbaiki kebocoran pipa gas yang menghubungkan sumur West Betara ke Betara Gas Plant (BGP), Tanjung Jabung Barat, Jambi. 6 (enam) dari delapan pekerja yang mengalami luka parah dilarikan ke Jakarta untuk mendapat perawatan intensif.

Sekadar diketahui, bahwa para korban luka dalam insiden pada tanggal 18 Desember 2022 lalu antara lain ;
1. Ari Setiawan yang merupakan karyawan PT PCI,
2. Randi Aprianto, Cost and Eng PT Mucoindo,
3. Rubianto, Cost and Eng PT Mucoindo
4. Arbain, Cost and Eng PT Mucoindo,
5. Ekawati Masri, FPOM PT PCI,
6. Cheary Nur Azif, Cost and Eng PT Mucoindo,
7. Rafli, Cost and Eng PTS SMS,

Lalu, satu dari delapan korban bernama Kastalani dikabarkan tutup usia pada hari Jumat (23/12) pukul 10.00 WIB setelah sempat menjalani perawatan medis selama 5 (lima) hari di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta.

Pos terkait