Direktorat Intelkam Polda Kaltara Salurkan Bantuan Sembako & Modal Usaha bagi Keluarga Eks Napiter

IMG 20230601 WA0032

KAB. TANA TIDUNG – Jelang Idul Adha 1444 Hijriah/2023 Masehi, sudah menjadi kewajiban umat Islam di Indonesia dan berdasarkan syariat Islam akan melaksanakan Hari Raya Qurban bagi yang telah mampu, sesuai dengan sabda Rasulullah SAW. Maka dalam momen ini, Polda Kaltara melalui Subdit V Kamsus Dit Intelkam berupaya menjalin hubungan baik dengan keluarga dan mantan narapidana terorisme (napiter) dengan memberikan bantuan untuk keluarga eks Napiter di Provinsi Kaltara.

Hal ini bukan tanpa alasan. Banyaknya penangkapan jaringan terorisme di Indonesia dalam beberapa bulan terakhir adalah bukti bahwa kelompok teroris saat ini masih aktif dan menjadi ancaman yang sangat nyata.

Bacaan Lainnya

Penangkapan oleh Densus 88 tersebut berimbas pada munculnya luapan emosi dan keinginan balas dendam dari kelompok jaringan teroris maupun keluarganya terhadap pihak kepolisian secara umum untuk di jadikan target.

Subdit V Kamsus Dit Intelkam Polda Kaltara, berupaya melakukan proses pencegahan dengan penggalangan dan pembinaan kepada keluarga terpidana teroris. Pendekatan ini diharapkan dapat membalikkan stigma negatif kepada pihak Kepolisian dan dapat membangun komunikasi yang baik kepada eks maupun keluarga pelaku teroris.

Bantuan dimulai dengan mendengarkan keluhan mereka selama menjalani kehidupan, termasuk memberikan bantuan sembako dan sejumlah uang modal usaha.

“Dengan begitu akan terbangun komunikasi dan terjalin hubungan antara keluarga teroris dengan pihak Polda Kaltara yang memberikan bantuan sebagai bentuk perhatian dan sekaligus pengawasan.” ujar Subdit V Kamsus Dit Intelkam Polda Kaltara.

Pemberian bantuan dan modal usaha kepada keluarga teroris tersebut diharapkan bisa semaksimal mungkin memunculkan aspek kemanusiaan, agar tidak menjadi embrio stimulan kekerasan-kekerasan di kemudian hari.

“Sehingga kekerasan dalam isu terorisme dapat dicegah, termasuk mencegah adanya amaliyah baru dari keluarga terduga teroris serta aksi balas dendam terhadap anggota Polri yang selama ini dianggap musuh.” pungkasnya.

Pos terkait