Pidato Anies yang Bedakan Infrastruktur Jokowi vs SBY Disemprot JARI 98! Arwandi : Ngawur, Kebanyakan Ngomong Kayak Tukang Obat

IMG 20230522 WA0011

Jakarta – Sekjen Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI 98) Ir. Arwandi memberikan pesan menohok dan langsung rujak pidato Anies Baswedan saat menghadiri acara Milad PKS ke 21 di Istora Senayan beberapa waktu lalu.

Kata Arwandi, pidato Anies yang mengkritik Presiden Jokowi soal infrastruktur lebih baik di era SBY adalah bentuk kepanikan atas penetapan tersangka dan penahanan elit Partai Nasdem Jhonny G Plate dalam kasus dugaan korupsi BTS.

Bacaan Lainnya

“Upaya provokasi dan ada indikasi membenturkan Pak Jokowi dan SBY dibalik pidato Anies soal infrastruktur. Sebenarnya terlalu ngawur karena data yang disuguhkan Anies salah kaprah, jadi panik tingkat dewa,” tegas Arwandi, hari ini.

Menurutnya, sejatinya publik sudah mengetahui selama ini Anies Baswedan sangat minim prestasi dan kini jadi manuver melakukan serangan dengan membuat kegaduhan baru di ruang publik.

“Anies maju sebagai Capres sebatas memaksakan diri untuk membelah suara simpatisan Jokowi. Begitu juga dengan salah satu Stasiun TV Swasta yang getol mengkampanyekan Anies sebagai Bacapres 2024,” tuturnya.

Namun, kata dia, ada yang perlu diketahui bersama bahwa pihaknya sebagai pendukung setia Jokowi dalam berpolitik tidak banyak celometan, namun cenderung Merah Putih “Sami’na Wa Ath’ Thona alias tunggu perintah dari langit.

“Kalau berpolitik sudah banyak omong celometan itu namanya bukan berpolitik, tapi tukang obat pinggir jalan,” tambahnya.

Pihaknya juga memonitor perkembangan dunia perpolitikan tanah air dan musim politik saat ini, dan pihaknya memastikan Belanda masih jauh. Dan mereka lebih memilih concern untuk memberikan kegiatan yang bermanfaat untuk rakyat.

“Jangan ngomong mulu kayak tukang obat, bila perlu kami dorong Pak Jokowi untuk lanjut 3 periode. Pak Jokowi dan SBY masing-masing di eranya telah berbuat baik untuk bangsa dan negara. Perlu diingat soal UUD 45 pasal 6, Presiden RI itu harus pribumi asli,” pungkasnya.

Pos terkait