Guru SDN 226 Palembang Terapkan Metode PERMATA, Sukses Mengurangi Kecanduan Peserta Didik Terhadap Gadget

Palembang – Pemulihan pasca covid melalui pembelajaran yang berdampak pada siswa dalam kurikulum merdeka disinyalir dapat memperbaiki loss lesson. Menurut Ki Hajar Dewantara Bermain merupakan kodrat (fitrah) anak, Guru dan Pendidik wajib memahami bahwa kodrat anak adalah bermain. dalam proses pembelajaran dapat mengintegrasikan dengan permainan saat belajar atau belajar sambil bermain dengan menambahkan permainan dalam pembelajaran. Karena waktu fokus anak-anak lebih kurang dua puluh menit agar anak gembira dan bahagia berada di sekolah.

Salah satu cara melaksanakan pembelajaran yang berdampak pada siswa adalah menyamarkan kecanduan siswa pada permainan gadget dengan memperkenalkan permainan tradisional yang dapat meningkatkan hubungan antar siswa, kolaborasi, sportivitas, sehat dan melestarikan budaya Indonesia .

Hal inilah yang dilakukan oleh Lindawati, S.Pd, M.Pd, guru SDN 226 Palembang melalui metode “PERMATA” (Pekan Permainan Tradisional), dengan outcome dapat membuat peserta didik lebih bahagia untuk datang kesekolah.

“Karena berdasarkan hasil survei yang saya lakukan terhadap seluruh siswa kelas di satu sekolah, hampir 100% siswa merasa tidak bahagia saat datang kesekolah, sehingga melalui metode PERMATA siswa distimulasi untuk melakukan kegiatan positif dengan beraktifitas dan bermain tanpa menggunakan gawai atau gadget yang membuat siswa tersebut lebih sehat dan berkarakter.” ujar sosok yang akrab dipanggil Linda kepada awak media.

Linda menjelaskan, Permainan tradisional yang menjadi target utama adalah permainan yang alatnya mudah didapat dan dapat melatih keterampilan dan menyehatkan, jenis permainannya adalah congklak,yeye Karet, Ular Naga Panjangnya, Calok Cadang/Gobak Sodor, Egrang kayu,batok, Bakiak,Congklak,hoolahoop. Produk yang dihasilkan diharapkan dari kegiatan ini siswa merasa lebih bahagia dan sehat untuk datang kesekolah.

Pengembangan juga dilakukan dari sisi sekolah yang dibuat untuk lebih mengakomodir seluruh fasilitas siswa atau peserta didik. Adanya kondisi sekolah yang ramah anak dan ramah lingkungan berpengaruh signifikan meningkatkan prestasi akademik dan non akademik dari peserta didik.

Pos terkait