Aktivis FRI-WP : Mahasiswa Papua Mesti Berani, Jangan Mau Lagi Dimanfaatkan untuk Kepentingan Politik Segelintir Orang

Papua – Munculnya perlawanan dari masyarakat Papua, selama ini merupakan bukti bahwa masyarakat Papua merasa kurang sejahtera dan kurang diperhatikan terutama kesejahteraan ekonomi, dan para pejabat pemerintah daerah selama ini hanya bersikap diam. Kemudian KPK telah menetapkan Gubernur Lukas Enembe sebagai tersangka, itu merupakan bukti bahwa pejabat-pejabat tersebut telah menikmati dana baik Otsus maupun APBN dan tidak sampai ke masyarakat.

Menurut Aktivis FRI-WP, Charles Kossay, sejak Gubernur Lukas Enembe ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka maka dengan sendirinya para aktivis yang selama ini selalu membela kepentingan rakyat Papua yang dianggap belum sejahtera serta terdiskrimnasi mulai menghilang tanpa ada satu pun statemen mengecam maupun mendukung KPK.

“Bahwa banyak orang tidak mengerti mengenai permasalahan di Papua, namun selalu mengatasnamakan Papua terutama teman teman aktivis. Banyak orang-orang Papua yang mana daerahnya telah dibantu oleh pemerintah untuk maju, namun di lain sisi masih ada orang Papua tersebut tetap menginginkan kemerdekaan. Hal itu yang menjadi pertanyaan kenapa meminta kemerdekaan.” tegas Charles.

Charles mengatakan para pejabat di Papua dianggap memakan hak rakyat, hal ini yang membuat masyarakat Papua tidak percaya dengan pemerintah. Terbukti dengan telah ditetapkannya 2 orang Bupati dan Gubernur oleh KPK.

“Masyarakat Papua sebenarnya menerima informasi di media secara mentah-mentah tidak ditelaah terlebih dahulu dan munculnya provokasi masyarakat Papua ikut-ikutan saja,” sambungnya.

Charles juga menjelaskan adanya penggiringan opini oleh aktivis kelompok pro kemerdekaan Papua yang memanfaatkan isu terkait rasis maupun HAM.

“Peristiwa yang terjadi di luar negeri dan dalam negeri di bawa sampai ke Papua, sehingga menimbulkan gejolak di Papua.” ungkapnya.

Charles Kossay juga mengatakan dengan telah ditetapkannya Gubernur Lukas Enembe sebagai tersangka oleh KPK maka kita harus hormati proses hukum yang berlaku.

“Saya menghimbau kepada adik-adik mahasiswa Papua untuk tidak ikut-ikutan membela maupun melindungi siapapun, mari kita hormati proses hukum dan kita tunjukan bahwa orang Papua adalah orang yang berani bertanggungjawab terhadap apa yang kita buat bukan lari dari tanggungjawab,” tutup Charles.