Police Line yang Sebelumnya Terpasang di Gereja KIBAID, Kini Telah Dilepas

NUNUKAN – Tepatnya 16 hari pasca terjadi kasus dugaan pelemparan bom molotov di halaman Gereja Kerapatan Injil Bangsa Indonesia (KIBAID), Sabtu (24/9/2022) Pos PI Nunukan, Polisi akhirnya melepas Police Line yang dipasang di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Jika melihat ketentuan berlaku, jangka waktu pelepasan Police Line pada sebuah tempat yang diduga terjadi tindak pidana, hingga dianggap penyelidikan atau penyidik telah selesai mengumpulkan barang bukti berkaitan dengan dugaan tindak pidana.

Atau, jika penyidik memutuskan tidak ada dugaan tindak pidana berkaitan dengan peristiwa yang terjadi.

Pelepasan Police Line di halaman gereja yang berlokasi di Jl. Sei Bilal RT. 20, Nunukan Barat, Kabupaten Nunukan itu, diakui oleh Gembala Gereja KIBAID Nunukan, Srigel Hengki memang lebih menimbulkan rasa nyaman para jemaat di gereja tersebut dalam melaksanakan prosesi ibadah seperti biasanya.

Ibadah pada Minggu (25/9/2022), lalu merupakan minggu ketiga setelah kasus bom molotov itu terjadi pada Kamis (8/9/2022). Dan sejak saat itu pihak keamanan dari kepolisian cukup intensif melakukan pengawasan dan pengamanan di tempat itu.

“Hal (pengamanan) itu yang membuat jemaat merasa bisa tenang melaksanakan ibadah Sabtu malam dan Minggu pagi setelah kejadiannya. Tidak ada jadwal ibadah yang berubah atau terganggu,” ucap Hengki, usai pelaksanaan ibadah pada Minggu, 25 September 2022.

Kekhawatiran atau keresahan, menurut Hengki memang sempat muncul antara satu hingga dua hari setelah terjadinya kasus dugaan pelemparan bom molotov di halaman rumah ibadah mereka ini. Apalagi pada kejadian tersebut menimbulkan kerugian materil lantaran 1 unit kendaraan bermotor roda dua milik Anton Daud yang juga pemilik bangunan yang difungsikan sebagai rumah ibadah tersebut ikut terbakar.

Namun dengan adanya tindakan pengamanan dan penjagaan intensif dari pihak Kepolisian, dianggap telah cukup memberikan mereka rasa aman dan nyaman saat jemaat melaksanakan ibadah.

“Kami mendapatkan keamanan dari pihak kepolisian. Tempat Ibadah ini (Gereja KIBAID) dijaga dan terus dipantau oleh pihak kepolisian hingga hari ini. Semalam Police Line sudah dilepas,” tutur Hengki saat itu.

Gembala jemaat Gereja KIBAID ini juga memberi apresiasi kepada pihak kepolisian yang memberikan atensi khusus terhadap adanya pelaporan kejadian dugaan pelemparan bom molotov tersebut.

Menurutnya, pihak keamanan telah bekerja keras mencari pelakunya. Itu membuat mereka semakin merasa diperhatikan dan mendapatkan hak perlindungan. Kendati hingga saat ini pelaku belum ditemukan, Srigel Hengki berharap Polisi bisa menemukan dan menangkapnya sehingga dapat diketahui secara pasti motif yang melatarbelakangi perbuatan itu terjadi.