Manfaatkan Kebijakan Otsus, SGM-P Gelar Pelatihan Vokasi Sesuai PPD untuk Tingkatkan SDM Papua

Solidaritas Generasi Muda-Papua (SGM-P) merupakan lembaga inisiatif kolektive-kolegial yang dilahirkan sebagai bentuk respon kritik positif kepada pemerintah daerah terhadap kondisi SDM Papua saat ini. Yang mana Papua/Papua Barat masih menjadi wilayah provinsi yang selama ini hampir sering disoroti dengan terbatasnya SDM lokal. Isu semi realita yang selalu menjadi dilematis dalam realisasi pembangunan di Tanah Papua sampai hari ini masih menyisahkan PR besar bagi pemerintah daerah. Padahal bila mengacu pada batang tubuh Otonomi Khusus Papua dengan ‘kekhususan’ yang ada, seharusnya persoalan mendasar ini (SDM OAP) bisa terselesaikan secara bertahap.

Melihat masalah SDM lokal Papua yang masih terus menjadi perhatian secara nasional, maka SGM-P berinisiatif mendorong peningkatan/pengembangan SDM muda Papua sesuai rancangan konsep yang telah didesain. SGM-P tergerak lakukan langkah ini karena bentuk kesadaran dan kepedulian terhadap kondisi persoalan SDM lokal OAP di Papua. Sebagai bentuk kritik yang membangun kepada pemerintah baik daerah maupun pusat, SGM-P menyodorkan beberapa konsep program kerja yang telah direalisasikan selama kurang lebih 2 tahun berjalan ini. Konsep peningkatan/pengembangan SDM lokal dengan berbasis Profil Potensi Daerah (PPD) serta Kearifan lokal dengan memanfaatkan program pelatihan vokasi di Balai Latihan Kerja.

Kerjasama inisiatif ini awalnya dibangun secara komitmen antara Ketua Umum DPP lembaga SGM-P Arie Ferdinand Waropen bersama Kemenaker tentang pelayanan MSDM OAP yang unggul untuk Papua yang lebih baik. “Saya secara pribadi juga selaku ketua umum DPP SGM-P mewakili rekan-rekan jajaran menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kemenaker atas kontribusi kebijakan yang selama ini boleh mendudukung kami SGM-P dalam peningkatan/pengembangan SDM muda Papua lewat ruang-ruang pelatihan vokasi. Baik skala UPTP maupun BPVP, yang selama ini sangat membantu untuk proses manajemen SDM muda OAP sesuai teknis program yang kami desain dan telah terlaksana selama 2 tahun berjalan” tutur Ketua SGM-P.

Pada saat ini dari kebijakan ruang-ruang pelatihan yang ada skala nasiomal, SGM-P baru saja mengirimkan lagi 4 orang delegasi perwakilan sebagai peserta pelatihan vokasi kompetensi Smart Farming dari Kab. Supiori dan Kab. Boven Digoel ke BPVP Bandung Barat. Yang juga pada tahap sebelumnya SGM-P mengirimkan 4 orang delegasi dari daerah Kab. Supiori ke BPVP Lombok Timur untuk kompetensi pariwisata. Program pelatihan yang saat ini di Lembang mulai berlangsung sejak 13 September s/d 11 Oktober 2022 nanti. “Harapannya langkah inisistif ini boleh menjadi sugesti positif kepada pihak pemerintah daerah Papua/Papua Barat untuk menggunakan Lex Specialis OTSUS Papua yang ada dengan melakukan inovasi-inovasi dalam metode program peningkatan SDM lokal OAP. Paling tidak kebijakan dan terobosan-terobosan seperti ini bisa ikut mempersiapkan SDM lokal Papua untuk menunjang program pemerintah pada tahun-tahun mendatang”. Saya kira dengan kesiapan SDM yang baik maka kita bisa Bangkit lebih cepat dan pulih lebih kuat untuk secara bersama membenahi serta membangun bangsa dan negara ini.”

Penulis:
Arie Ferdinand, Ketua Umum DPP SGM-Papua