Maraknya Peredaran Obat dan Kosmetik Ilegal asal Cina, BPOM dan Dinkes Kota Bandung Malah Tutup Mata

Bandung – Peredaran obat dan kosmetik ilegal asal negeri tirai bambu di Sepanjang jalan Terusan Pasir koja Kota Bandung sudah sangat mengkhawatirkan. Masyarakat merasa resah dengan keberadaan toko obat yang disinyalir memberikan kontribusi atas meningkatnya kasus penderita HIV di Kota Bandung.

Adapun jenis perdaran obat asal negeri China bervariatif antara lain jenis Obat kosmetik dan Obat kuat serta obat perangsang khusus kewanitaan.

Indikasi kecurigaan masyarakat atas tidak adanya ijin edar obat-obatan tersebut adalah tidak terpenuhinya persyaratan dalam kemasan yaitu tidak adanya nomor registrasi dari BPOM dan Dinas Kesehatan, serta tidak tercantumnya efek samping, batas pemakaian/aturan pakai, komposisi serta tidak adanya keterangan kandungan obat dalam versi Bahasa Indonesia.

Dalam hal ini masyarakat meyakini, peredaran obat oabatan asal negeri china mendapat perlindungan khusus dari oknum Dinkes dam BPOM Kota Bandung, mengingat keberadaan toko penjual masih terus menerus melakukan aktifitas penjualan, masyarakat yakin BPOM dan Dinkes tutup mata atas hal ini.

Masyarakat peduli kesehatan Kota Bandung dr. Rudi Deniar, MSc, Sp.KK mendesak dan mendorong agar instansi BPOM dan Dinkes untuk segera melakukan Penertiban dan penutupan operasional peredaran obat -obatan ilegal tersebut dengan menggunakan pendekatan hukum pidana perlindungan konsumen sebagai bentuk efek jera dan mendukung Pemerintah Kota Bandung menurunkan tingkat penyebaran HIV.