Yakin Sedot Minat Investor, Prof Ince Optimis Kukar Sumbang 30% Pangan di IKN

prof ince raden
Rektor Unikarta, Prof Ince Raden.

Redaksikota.com – Rektor Universitas Kutai Kartanegara (Untirta), Prof Ince Raden meyakini bahwa Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara bisa mendorong daya tarik investor untuk masuk dan melakukan pembangunan di Kalimantan Timur, khususnya di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Penajam Paser Utara (PPU).

“Pembangunan IKN di Kaltim dipastikan memicu pertumbuhan investor dalam bidang industri pangan dan infrastruktur,” kata Prof Ince kepada wartawan di Kampus Unikarta, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kukar, Jumat (15/7).

Hal ini dikatakan Prof Ince, karena Kaltim memiliki potensi sumber daya alam yang sangat luar biasa.

“Ada tambang mineral dan gas, pertanian, perikanan, kehutanan, yang mendukung sekali sebagai kawasan strategis IKN,” ujarnya.

Peneliti Balai Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara (Balitbangda Kukar) ini menyebut, bahwa untuk memenuhi kebutuhan pangan di Kaltim, selama ini harus mendatangkan pangan dari luar daerah, seperti halnya dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan dan Jawa Timur.

Oleh sebab itu, ia berpendapat bahwa diperkirakan akan bermunculan investasi di bidang pangan di Kaltim atas kehadiran IKN, karena peluangnya sangat strategis, bagi investasi di bidang pangan dalam arti luas, seperti perikanan, pertanian, peternakan dan perkebunan.

“Kuncinya, harus ada investor pangan di Kaltim. Bahkan, IKN akan memberi peluang investor luar untuk menggarap sektor infrastruktur, telekomunikasi, transportasi, perikan sangat terbuka lebar,” terangnya.

Kukar suplai 30% kebutuhan pangan IKN Nusantara

Selain itu, doktor ilmu pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) ini dalam penelitiannya terkait pertanian mengatakan, bahwa Kabupaten Kukar sudah sanggup memenuhi kebutuhan pangan di Kaltim hingga sebesar 30 persen.

Dengan hadirnya IKN di Kaltim, otomatis akan terjadi perpindahan penduduk dalam jumlah yang besar ke Kaltim, maka kebutuhan pangannya akan semakin besar.