Yenny Wahid : Silakan Cak Imin Pimpin PKB Sampai Kiamat, Tapi Jangan Catut Figur Gus Dur

JAKARTA – Yenny Wahid, Putri kedua Gus Dur ini mengungkap sederet konflik antara dirinya dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Yenny Wahid mempersilakan Cak Imin memimpin PKB. Namun, dia meminta Cak Imin tidak menjadikan Gus Dur sebagai figur di PKB. Hal ini terungkap saat dirinya menghadiri acara yang disiarkan di kanal Youtube Total Politik, Rabu (6/7/2022).

“Silakan Cak Imin mau jadi Ketua PKB sampai ilahiyaumil kiyamah, sampai hari kiamat silahkan. Tapi jangan pakai figur Gus Dur lagi. Jangan sejarah itu kalian hapus. Begitu. Silakan aja,” kata Yenny Wahid.

Pemilik nama Zaanuba Arifah Chafsoh ini menuturkan keberatan dirinya kepada PKB yang masih menjadikan sosok Gus Dur sebagai figur. Karena Gus Dur sudah dilengserkan pada Muktamar PKB yang digelar di Ancol pada 2008 silam. Terlebih, peristiwa itu, sampai saat ini masih sering dipertanyakan publik.

Yenny menambahkan bahwa banyak simpatisan yang tidak bisa mencoblos PKB karena cara memperlakukan Gus Dur.

“Katanya kan ini PKB bukan saatnya ini soal trah, iya memang enggak. Enggak usahlah trah Gus Dur. Kan sekarang trah Muhaimin yang berkuasa semuanya,” ucap Yenny.

“Silakan saja. Cuma keberatan kita adalah apapun Gus Dur ini founding father-nya PKB. Jangan lah perlakukan seperti itu. Kalau minjam ininya Bung Karno kan jasmerah, jangan lupakan sejarah. Ini sejarahnya mau dipelintir-pelintir ya kita luruskan,” sambungnya.

Yenny Wahid lantas mempertanyakan foto Gus Dur yang terpampang saat Cak Imin bertemu Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto beberapa waktu lalu. Baginya hal itu menjadi upaya Cak Imin mengaburkan fakta bahwa seolah-olah tidak pernah ada masalah dengan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

“Bahwa tidak pernah Gus Dur disingkirkan dari PKB. Tidak pernah Gus Dur diganti. Nah itu yang kita mau luruskan. Orang lupa sejarah itu,” ucapnya.

Yenny Wahid pun lantas mengklaim bahwa upayanya ini tidak ada unsur dari kepentingan luar. Yenny mengaku hanya ingin meluruskan sejarah PKB yang dianggap telah dibiaskan.

“Saya meluruskan sejarah PKB yang sekarang seolah-olah dikaburkan. Bahwa enggak ada masalah dengan Gus Dur. Ada masalah besar sampai, sekarang enggak selesai,” pungkasnya.