Aksi AMI, Mahasiswa Sepakat Tak Tampilkan Almamater

Aksi AMI
Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) saat menggelar mimbar rakyat di kawasan Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat pada hari Minggu (10/4).

JAKARTA, Redaksikota.com – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) menggelar aksi bertajuk ‘Mimbar Keresahan Rakyat’ di kawasan Patung Kuda, Jalan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (10/4).

Dari pantauan di lapangan, mahasiswa terus bergantian melakukan orasi mimbar bebas yang mereka gelar itu.

Terlihat, para Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari perwakilan kampus yang hadir, secara bergantian mengisi orasi yang mereka sebut sebagai Mimbar Rakyat.

Di tengah aksi massa, salah seorang orator dari Serikat Mahasiswa (SEMA) Universitas Paramadina Jakarta Selatan, meminta kepada seluruh peserta untuk melepas jas almamaternya. Hal ini dilakukan sebagai bentuk simbol mereka berada di pihak rakyat, serta menyuarakan apa yang rakyat sedang keluhkan hari ini.

“Saya meminta teman-teman mahasiswa agar melepas jas almamater agar menunjukan kita ini bagian dari menyuarakan suara rakyat,” kata koordinator SEMA Universitas Paramadina, Ahmad Furqon Latumakulita.

Isu yang mereka gelorakan adalah menolak penundaan Pemilu 2024 serta perpanjangan masa jabatan presiden terus digelar.

“Hari ini, adalah bagian dari aksi simbolik guna melanjutkan aksi pada tanggal 1 April, yang akan kita lanjutkan pada tanggal 21 April nanti,” ujarnya.

Dalam orasi, gabungan mahasiswa mengungkapkan keambiguan yang dilakukan oleh pemerintah. Termasuk sikap presiden yang tidak tegas dalam menangkis isu penundaan pemilu.

“Kami meminta presiden berbicara langsung menolak penundaan pemilu, berbicara langsung mengenai penolakan tiga periode,” katanya.

Aksi yang dipimpin oleh BEM Universitas Indonesia Bayu Satria Utomo terpantau berjalan dengan tertib dan kondusif.